Tips dokter RSUI memilih makanan sehat untuk anak saat pandemi

id makanan sehat,RSUI,UI,dokter rsui

Tips dokter RSUI memilih makanan sehat untuk anak saat pandemi

RSUI tampak dari atas. (ANTARA/Humas UI)

Depok (ANTARA) - Dokter spesialis anak konsultan gizi dan penyakit metabolik Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Yoga Devaera, Sp.A (K) memberikan tip sehat yang dapat dilakukan oleh orang tua atau pengasuh untuk tetap menjaga kesehatan anak dalam pemilihan makanan yang baik dan benar.

"Terdapat potensi risiko terjadinya kontaminasi yang dapat menyebabkan keracunan dalam pengolahan makanan. Keracunan makanan seringkali tidak disadari oleh masyarakat, misalnya saat mengalami diare, justru kebanyakan orang merasa itu hal yang biasa dan bukan akibat makanan," kata dr Yoga dalam Seminar Awam Bicara Sehat Ke-31 yang digagas RSUI, Rabu.

Dalam memilih makanan kemasan yang aman, dokter Yoga menjelaskan beberapa aspek yang harus diperhatikan bagi kita sebagai konsumen dalam memilih makanan, diantaranya yaitu jenis kemasan makanan, suhu penyimpanan, tanggal kedaluwarsa, jenis bahan tambahan pangan, serta komposisi dan label gizinya.

Baca juga: Dokter RSUI beri tips menjaga tumbuh kembang anak selama pandemi

Baca juga: Rumah Sakit UI-BPJS Kesehatan jalin kerja sama


Dokter Yoga menyarankan untuk memilih makanan yang paling sedikit mengalami pemrosesan. Makanan yang diolah secara sederhana memiliki densitas gizi yang lebih besar dan mengandung serat, vitamin, dan mineral yang lebih banyak dibanding makanan yang telah mengalami banyak proses pengolahan/ ultraprocessed food.

"Makanan jenis ini lebih rendah kandungan serat, vitamin, dan mineralnya serta memiliki kandungan lemak jenuh, gula, dan natrium yang tinggi," kata dr. Yoga saat memaparkan makanan sehat dengan topik "Pemilihan dan Pengolahan Makanan untuk Anak".

Ada beberapa tips mempertahankan kandungan gizi makanan selama dimasak yaitu di antaranya, pilih bahan makanan yang segar, saat memasak sayur, cuci dahulu sayur baru kemudian dipotong, hal ini bertujuan untuk mempertahankan vitamin dalam sayur agar tidak larut dalam air.

Selain itu masak dengan sedikit air atau gunakan air rebusannya, masak dengan suhu rendah dalam waktu singkat (namun pastikan telah matang), serta tidak melakukan pemanasan berulang.*

Baca juga: Kapasitas ruang perawatan khusus COVID-19 di RSUI ditambah

Baca juga: RSUI berhasil operasi PCNL Supine pertama di Kota Depok

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar