Wapres: Bonus demografi bisa jadi kunci Indonesia Emas 2045

id Wapres,Ma’ruf Amin,Indonesia Emas,bonus demografi

Wapres: Bonus demografi bisa jadi kunci Indonesia Emas 2045

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) secara daring dari Jakarta, Jumat (20/11/2020). ANTARA/Asdep KIP Setwapres.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bonus demografi harus dimanfaatkan dengan optimal sebagai kunci untuk menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.

“Ada alasan kuat kita harus optimistis bahwa Indonesia akan menjadi negara maju tepat di saat bangsa ini berumur satu abad. Alasannya ialah karena penduduk Indonesia saat itu akan mengalami bonus demografi,” kata Ma’ruf Amin saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) secara daring dari Jakarta, Jumat.

Menurut Wapres, bonus demografi merupakan kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif, antara 15-64 tahun, lebih besar daripada jumlah penduduk usia non-produktif atau usia di bawah lima tahun dan di atas 64 tahun.

Baca juga: Wapres harap pesantren berperan penting hadapi tantangan global Islam

Penguatan sumber daya manusia (SDM), lanjut Wapres, menjadi salah satu upaya yang harus dibangun sejak dini untuk dapat mengoptimalkan potensi bonus demografi tersebut.

Wapres pun berharap organisasi kemasyarakatan (ormas) kepemudaan, termasuk IPNU, dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

“IPNU mempunyai peran sangat besar dalam memberikan kontribusi maksimal untuk mencapai Indonesia Emas 2045, terutama dalam mempersiapkan generasi muda sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.

Baca juga: Wapres: "Islamophobia" harus dilawan dan jadi sarana introspeksi umat

IPNU, organisasi otonom PBNU, memiliki anggota sebanyak 5,6 juta orang yang tersebar di 415 pimpinan cabang serta 27 pimpinan wilayah dan cabang istimewa.

Ketua PP IPNU Aswandi Jailani mengatakan rapimnas kali ini membahas berbagai isu strategis nasional, khususnya terkait pendidikan.

“Pendidikan dan juga inovasi dan yang berkaitan dengan ideologi, baik Pancasila maupun Ahlussunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah yang terangkum dalam pembahasan Rapimnas IPNU telah kami aktualisasikan dalam program kegiatan, di antaranya Teras Pelajar, Pelajar Mengaji, Sensus Pelajar NU; inilah yang nanti akan kami bahas di dalam rapat,” ujarnya.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Alhamdulillah, arus utama Islam di Indonesia "wasathi"

Turut hadir secara virtual pada Rapimnas IPNU antara lain Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar