Uskup Qingdao baru ditahbiskan setelah ada kesepakatan China-Vatikan

id gereja di China,China-Vatikan,China-Tahta Suci,kotholik di China,aturan keagamaan di China

Uskup Qingdao baru ditahbiskan setelah ada kesepakatan China-Vatikan

Dokumentasi - Jemaat Katolik China menghadiri sebuah misa di sebuah gereja saat Malam Natal di Shanghai, China, (24/12/2018). ANTARA/REUTERS/Aly Song/aa.

Beijing (ANTARA) - Kathedral Katholik di Qingdao, Provinsi Shandong, akhir memiliki uskup baru setelah menunggu lama adanya kesepakatan yang dicapai antara China dan Vatikan.

Thoman Chen Tianhao, uskup baru ditahbiskan di keuskupan Kathedral pada Senin (23/11).

Ini uskup pertama yang ditahbiskan setelah ada kesepakatan baru antara China dan Vatikan, demikian media resmi setempat, Selasa.

Chen telah diakui, baik oleh pemerintah China maupun Tahta Suci.

Oleh karena pandemi, seremonial pentahbisan berlangsung secara sederhana namun dengan busana kebesaran yang dihadiri oleh 21 romo dan 210 biarawati serta jemaat.

Uskup Fang Xingyao selaku Ketua Asosiasi Katholik Patriotik China (CCPA) sekaligus uskup pada Keuskupan Linyi, Provinsi Shandong, memimpin pentahbisan tersebut.

Chen (58) yang berasal dari Kabupaten Pingdu ditetapkan sebagai kandidat uskup di Qingdao pada 19 November 2019. Dia merupakan lulusan Sekolah Seminari Shandong pada 1989.

China dan Vatikan bersepakat memperpanjang perjanjian sementara tentang pengangkatan uskup hingga dua tahun ke depan, demikian Kementerian Luar Negeri China pada 22 Oktober lalu.

Hal ini menjadi langkah maju dalam hubungan kedua belah pihak pada masa-masa yang akan datang.

Sebelumnya kedua belah pihak berselisih soal pengangkatan uskup. China bersikeras bahwa pengangkatan uskup menjadi kewenangannya. Tahta Suci tentu saja menolak karena pengangkatan uskup menjadi otoritasnya.

China memutuskan hubungan diplomatik dengan Vatikan pada 1951 setelah ada dugaan rencana pembunuhan terhadap pemimpin China yang melibatkan seorang pemuka Katholik.

Pada pekan lalu Kementerian Kehakiman China juga telah merilis aturan keagamaan yang baru dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan opini paling lambat hingga pertengahan Desember mendatang.

Baca juga: Ada Indonesia di Museum Anti-COVID di Wuhan

Baca juga: Di Wuhan ada kampung percontohan anti-COVID

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar