Karakter kepatuhan siswa di NTB terhadap protokol kesehatan tinggi

id NTB,Penguatan Karakter,COVID-19

Karakter kepatuhan siswa di NTB terhadap protokol kesehatan tinggi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Aidy Furqan. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat menilai pandemi COVID-19 telah menanamkan karakter baru kepada siswa di daerah itu untuk lebih patuh terhadap protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB H Aidy Furqan mengakui sejak pandemi COVID-19 karakter siswa menjadi lebih disiplin dalam belajar dan bertanggungjawab dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Justru di masa pandemi COVID-19 ini karakter siswa sangat bagus dan tinggi. Terutama kepatuhan terhadap protokol kesehatan, mulai kepatuhan memakai masker, kepatuhan mentaati physical distancing, social distancing dan mengikuti kepatuhan yang berlaku secara nasional maupun yang ada di daerah," kata H Aidy di Mataram, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Aidy Furqan menanggapi upaya daerah bersama guru dan pendidik untuk berinovasi agar penguatan karakter tetap berjalan dengan tantangan belajar melalui daring di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Pembelajaran saat pandemi di Papua mesti kedepankan penguatan karakter
Baca juga: Pengamat : Belajar daring bukan kendala penguatan karakter


Ia mengaku cukup terharu melihat perjuangan dan kegigihan siswa di NTB dalam menjalankan aktivitas pembelajaran selama masa pandemi COVID-19. Ini bisa dilihat bagaimana siswa betul-betul mematuhi aturan main yang sudah diberikan, kemudian jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan, termasuk mematuhi aktivitas-aktivitas lain yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dinas pendidikan setempat.

"Saya cukup terharu melihat perkembangan yang ditunjukkan siswa kita. Meski COVID-19, siswa maupun guru tidak menemukan hambatan dalam belajar dan mengajar. Justru karakter yang terbangun anak menjadi lebih rajin, tekun, disiplin dan patuh kepada guru. Sehingga pembelajaran daring dengan pembelajaran tatap muka terbatas dan simulasi tatap muka yang dilakukan oleh guru dan siswa menjadi sangat dirindukan," ujar dia.

Selain itu, Aidy mengungkapkan dengan adanya pandemi COVID-19 membuat pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten serta kota termasuk guru bisa menemukan pola baru dalam memberikan pendidikan karakter terhadap siswa terutama dalam memupuk jiwa tanggung jawab, rasa kebersamaan, kedisiplinan dalam mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan.

"Jadi pandemi COVID-19 ini kita jadi menemukan pola baru, rasa tanggung jawab dan rasa kebersamaan dari para siswa yang baru dari sikap-sikap sebelumnya," ujar Aidy Furqan.

Menurut Aidy, atas pengalaman-pengalaman tersebut, membuat NTB mendapat penilaian terbaik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga pihak kementerian pun tidak segan meminta masukan NTB dalam pemberian pembelajaran di tengah situasi pandemi COVID-19.

"Kita sudah memberikan masukan kepada kementerian pendidikan, seperti bagaimana simulasi pembelajaran tatap muka terbatas kepada siswa, sehingga ini mampu diterapkan di sekolah di Indonesia. Alhamdulillah, sesuai arahan Kementerian Pendidikan mendengar dan akan membuka sekolah pada Januari," ujar dia.

Lebih lanjut, Aidy Furqan mengatakan Kementerian Agama melalui Kanwil Kementerian Agama NTB juga telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB untuk melakukan pendampingan kepada pondok pesantren (ponpes) untuk melakukan penguatan karakter dan metode pembelajaran di tengah pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah saat ini proses uji coba sedang berjalan dengan sangat baik," katanya.

Baca juga: Pembelajaran daring bukan alasan abaikan penguatan karakter
Baca juga: Pengamat: Orang tua-guru harus kerja sama dalam penguatan karakter

Baca juga: Praktisi sebut perlu ada pembatasan penggunaan gawai bagi siswa
 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar