Komisi VII DPR RI dukung Proyek Revamping Aromatic dan New Olefin TPPI

id komisi vii dpr,tppi,proyek revamping

Komisi VII DPR RI dukung Proyek Revamping Aromatic dan New Olefin TPPI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memastikan langsung proyek revamping di PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Kamis ( 8/10/2020). ANTARA/HO-Kemenperin/am.

Jakarta (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mendukung permintaan Presiden Joko Widodo agar proyek Revamping Aromatic dan Olefin Pertamina melalui PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) tetap dilanjutkan.

Untuk itu menurut Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto sebagai bentuk dukungan dan perhatian, Komisi VII DPR juga melakukan identifikasi baik dari sisi teknik, ekonomi, dan aspek lain setelah melakukan kunjungan kerja ke proyek tersebut pada pekan lalu.

"Betul apa yang diperintahkan Presiden, projek ini harus jalan," ujarnya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menperin turun langsung pastikan progres proyek "revamping" TPPI Tuban

Setelah melalui analisis yang dalam perihal berbagai aspek keekonomian dan aspek-aspek strategis lain di antaranya adalah mensubstitusi sehingga mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku tertentu. Bijih plastik dan produk turunan lain dari olefin bisa menambah devisa secara signifikan.

Terkait kunjungan kerja spesifik ke proyek strategis nasional tersebut, menurut Sugeng, adalah dalam rangka memonitor perkembangan TPPI.

Dalam kunjungan spesifik tersebut, Komisi VII DPR RI didampingi Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang, dan Direktur Utama PT TPPI Yulian Dekri.

“Kami Komisi VII melihat strategisnya proyek TPPI. Dalam kunjungan kerja di proyek tersebut, kami juga membedah bersama-sama manajemen TPPI, Pertamina, dan Kementrian ESDM,” sambung Sugeng dalam keterangannya.

Baca juga: Komisi VII DPR minta Pemprov Sumsel hentikan penambangan ilegal

Dari hasil pemaparan Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan TPPI, lanjut Sugeng, Komisi VII DPR RI menyimpulkan bahwa proyek yang sifatnya sangat strategis tersebut sangat feasible dan proven baik dari sisi teknis, keekonomian, ataupun dari sisi strategis lain, memiliki multiplier effect yang sangat besar untuk kepentingan nasional dan masyarakat luas, termasuk masyarakat Tuban dan Jawa Timur.

“Dari penjelasan TPPI, Komisi VII mendapat pemahaman secara komprehensif tentang perkembangan proyek Revamping Aromatic dan Olefin. Hampir semua on track," katanya.

Dikatakannya, Komisi VII DPR RI sangat setuju agar pembangunan proyek di TPPI khususnya Olefin TPPI dapat tuntas, serta mendukung penuh langkah–langkah percepatan yang dilaksanakan Pertamina.

Sugeng juga menjelaskan, bahwa proyek tersebut dilakukan secara bersih dan transparan. Termasuk pada proses awal, antara lain pada beauty contest, bahwa proyek yang akan menelan biaya investasi sekitar Rp50 triliun tersebut dikawal ketat oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Polri.

Dalam kaitan itu pula, sangat dipertanyakan, jika ada pihak yang mencoba menghalangi proyek ini. "Jika ada yang menghalangi pembangunan TPPI ini berarti tidak nasionalis,” tegas Sugeng.

Sebagai tindak lanjut kunjungan kerja, Sugeng memastikan bahwa Komisi VII akan melakukan rapat dengan Pertamina sebagai holding kemudian juga menggelar rapat lintas komisi untuk membahas agar proyek tersebut berjalan sesuai target.

Selain itu, juga dilakukan rapat lintas komisi. Bersama Komisi VI karena menyangkut BUMN dan Komisi XI karena menyangkut anggaran dan kepemilikan saham.

“Terpenting, kami ingin  Pertamina fokus supaya proyek ini tetap jalan,” tutupnya.

Pewarta : Subagyo
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar