Pascagempa di Palasa Parigi Moutong, situasi mulai kondusif

id Bmkg, bpbd, gempa parimo, palasa, parigi moutong

Pascagempa di Palasa Parigi Moutong, situasi mulai kondusif

Warga Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah tidur di halaman rumah karena takut terjadi gempa susulan, Jumat (27/11/2020). ANTARA/HO-Warga Palasa

Palu (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan situasi masyarakat di Kecamatan Palasa mulai kondusif setelah terjadi gempa Bumi secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir.
 
"Masyarakat di kecamatan itu sudah beraktivitas seperti sediakala. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik serta tetap waspada," kata Sekretaris BPBD Parigi Moutong Nyoman Adi yang dihubungi dari Palu, Senin.
 
Dia menjelaskan personel BPBD sudah disiagakan di Kecamatan Palasa untuk membantu warga, sekaligus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk akibat gempa tersebut.
 
Bahkan, pemerintah daerah setempat bersama sejumlah pihak telah melaksanakan pertemuan membahas hal-hal teknis kegempaan, salah satunya jalur evakuasi dan titik kumpul evakuasi warga bila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.
 
Ia menjelaskan Parigi Moutong memiliki sejumlah lajur sesar, salah satunya sesar Tomini yang berada di wilayah utara kabupaten tersebut, yang garis patahannya juga mengarah ke Kecamatan Palasa.
 
"Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik yang berlebihan. Karena tindakan berlebihan dapat membahayakan diri sendiri," ujar Nyoman.

Gempa Bumi melanda Palasa pada Jumat (27/11) dengan magnitudo 3,3. Guncangan gempa dirasakan warga setempat berkali-laki hingga Senin ini. Hal itu menimbulkan kepanikan masyarakat. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena pusatnya di darat.
 
BPBD Parigi Moutong, katanya, belum membangun dapur umum dan posko darurat, termasuk secara khusus menyiapkan logistik, karena suasana masih terbilang kondusif dan tidak mengganggu penghidupan masyarakat. Saat ini, status gempa di wilayah tersebut waspada.
 
"Peristiwa alam semacam ini tidak bisa diprediksi, kita hanya bisa waspada namun tidak berlebihan. Mitigasi mandiri juga perlu dilakukan guna meminimalisir risiko bencana," ucap Nyoman.
 
Data yang dirilis BMKG, hingga Senin, pukul 06.00 Wita, wilayah Palasa diguncang 25 kali gempa susulan dengan intensitas guncangan di bawah magnitudo 5 dengan kedalaman bervariasi.
 
"Kami juga meminta BMKG agar memberikan data-data terbaru perkembangan situasi kegempaan di Parigi Moutong, dan BMKG juga sedang melakukan kajian," demikian Nyoman.

Baca juga: Setahun bencana Sulteng - Akademisi luncurkan buku
Baca juga: Santunan duka korban gempa di Parigi Moutong segera cair
Baca juga: Kementerian PUPR bantu bangun rumah gempa Parigi Sulteng

Pewarta : Muhammad Arshandi/Moh Ridwan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar