Erick Thohir berharap genset PLN nantinya menggunakan "power battery"

id erick thohir,menteri BUMN,pln,genset,power battery

Erick Thohir berharap genset PLN nantinya menggunakan "power battery"

Ilustrasi - Genset PLN. ANTARA/Rudi.

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir berharap sejumlah genset PLN yang saat ini menggunakan bahan bakar minyak nantinya bisa diganti dengan power battery sebagai dampak dari infrastruktur baterai kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) battery.

"Turunan daripada EV battery ini khususnya buat PLN nanti yang namanya sejumlah genset menggunakan sumber daya minyak, itu nantinya bisa diganti dengan power battery," ujar Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Menurut Erick, nantinya listrik diganti listrik sehingga tidak perlu lagi menggunakan minyak di mana genset-nya berupa power battery yang bisa menyimpan listrik.

Hal ini tentunya merupakan sebuah bisnis model yang baru yang diharapkan.

"Apakah itu nanti ada infrastruktur untuk kendaraan listrik yang sudah kita bicara bahwa kita sedang membuat konsorsium antara PLN, Pertamina dengan Inalum supaya kita bisa masuk dari hulu sampai dengan hilir," kata Menteri BUMN tersebut.

Hal ini penting karena Kementerian BUMN ingin menjaga pasar EV Battery di Indonesia.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir melakukan penjajakan kerja sama dengan pemerintah Jepang dan kalangan bisnisnya, salah satunya adalah terkait electric vehicle (EV).

Di sektor energi terbarukan, proyeksi Indonesia yang akan menjadi pusat industri baterai lithium untuk electric vehicle (EV) berkat kekayaan cadangan nikelnya menjadi daya tarik perusahaan otomotif internasional di Jepang untuk menjajaki kerja sama strategis. Nikel menjadi modal untuk pengembangan supply chain EV battery dari hulu ke hilir.

Menurut Erick, sejak pemerintah Indonesia mengambil kebijakan hilirisasi industri minerba, salah satunya fokus untuk mengembangkan industri EV battery, banyak perusahaan internasional yang ingin menjajaki kerjasama dengan Indonesia. Korea dengan LGChem, Cina dengan CATL, dan sekarang Jepang dengan Toyota dan Panasonic adalah perusahaan yang berkeinginan untuk investasi di EV battery

 Baca juga: Kemenperin dorong investasi pengembangan baterai kendaraan listrik
Baca juga: Pemerintah resmi luncurkan operasional SPBKLU

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar