4 hari pascapembunuhan Sigi, Satgas Tinombala masih kejar kelompok MIT

id Mujahidin indonesia timur,Ali kalora,Pembunuhan sigi

4 hari pascapembunuhan Sigi, Satgas Tinombala masih kejar kelompok MIT

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso (kedua kanan) meninjau lokasi serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (28-11-2020). ANTARA FOTO/HO-Humas Polres Sigi

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono mengatakan bahwa Satgas Tinombala masih mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pascatragedi pembunuhan satu keluarga dan pembakaran rumah warga di Sigi, Sulawesi Tengah.

"Tim masih melakukan pengejaran," kata Brigjen Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa.

Pengejaran difokuskan di wilayah pegunungan yang terdapat di tiga wilayah, yakni Sigi, Poso, dan Parigi Moutong karena diduga menjadi tempat persembunyian kelompok MIT.

"Poso, Parimo, dan Sigi di pegunungan di atas 2.500 mdpl," tuturnya.

Baca juga: Kapolri perintahkan tembak mati kelompok MIT Jika melawan petugas

Untuk pasukan yang disiagakan berjaga di lokasi kejadian pembunuhan di Sigi dan di tempat pengungsian, selain satu peleton Brimob dan 20 personel Reserse dari Polres Sigi dan Polda Sulteng, pada hari ini ada penambahan 30 personel dari TNI AD dan TNI AL.

"Hari ini ada penambahan (kekuatan) dari TNI AD dan Marinir sebanyak 30 orang yang baru tiba dari Poso," kata Awi.

Sebelumnya, pada hari Jumat (27/11) sekitar pukul 10.00 WITA, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibunuh oleh sejumlah orang tak dikenal yang diduga kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora.

Keempat korban yang dibunuh kelompok ini adalah Yasa selaku kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka, dan Pedi.

Tidak hanya membunuh keluarga Yasa, Ali Kalora dkk. juga mengambil stok beras 40 kg dan rempah-rempah milik keluarga tersebut dan membakar enam rumah. Pascaperistiwa pembunuhan itu, para warga transmigran di wilayah tersebut mengungsi sementara karena merasa khawatir akan keselamatan jiwa mereka.

Baca juga: TKP dan pengungsian Sigi dijaga ketat polisi

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar