Pemerhati : Tri Sentra berperan dalam wujudkan Pelajar Pancasila

id Kemendikbud,nilai Pancasila,Pelajar Pancasila, bagaimana mewujudkan pelajar Pancasila

Pemerhati : Tri Sentra berperan dalam wujudkan Pelajar Pancasila

Pengurus Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim. ANTARA/HO-Aspri/am.

Jakarta (ANTARA) - Pemerhati pendidikan dari Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan Tri Sentra Pendidikan atau tiga pusat pendidikan berperan dalam mewujudkan Pelajar Pancasila.

 

“Tri Sentra Pendidikan itu yakni keluarga, sekolah dan masyarakat berperan penting dalam mewujudkan Pelajar Pancasila. Kolaborasi antara tiga pihak tersebut sangat penting dalam mewujudkan profil pelajar tersebut,” ujar Satriwan di Jakarta, Rabu.

 

Pelajar Pancasila memiliki enam kriteria yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

 

Satriwan menjelaskan dari sisi keluarga, orang tua mengajarkan nilai gotong royong , relegius, cinta Tanah Air, dan lainnya. Orang

tua memberikan teladan dalam kereligiusan maupun toleransi.

 

Kemudian sekolah dan pemerintah mempunyai andil yang sangat penting memastikan nilai-nilai Pancasila itu diimplementasikan tidak hanya di rumah tapi juga di sekolah. Nilai-nilai Pancasila tersebut dicontohkan dan bukan hanya sekedar diajarkan begitu saja.
 

“Strategi mewujudkan Pelajar Pancasila di sekolah baik melalui jalur kurikuler maupun ekstrakurikuler,” tambah dia.
 

Baca juga: Kemendikbud : Nilai karakter Pancasila harus ditanamkan sedini mungkin

Baca juga: Menteri Nadiem: nilai Pelajar Pancasila bisa diciptakan saat BDR

 

Dia juga menjelaskan semua pihak bertanggung jawab dalam menumbuhkembangkan Pelajar Pancasila. Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) misalnya, pelru mengajarkan bahwa Pancasila merupakan milik semua warga negara Indonesia dan bukan hanya miliki guru PPKN saja.

 

Selanjutnya pembelajaran matematika tidak hanya berorientasi pada pengetahuan atau aspek kognitif saja, tetapi bagaimana dengan matematika mampu mengembangkan nilai-nilai Pancasila, nilai ketakwaan, dan lainnya.

 

Pun begitu dengan guru sains yang mana pada jenjang SD dan SMP masih berkaitan dengan hewan, tumbuhan, tanaman dan seterusnya. Guru sains perlu mengajarkan bagaimana pentingnya menjaga alam dan dikaitkan dengan nilai cinta Tanah Air.

 

Dalam hal itu, dituntut kreativitas guru untuk dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai Pancasila.

 

“Jika semua warga sekolah menerapkan nilai-nilai Pancasila maka lambat laun nilai-nilai itu akan menjadi budaya di sekolah tersebut,” cetus dia.

Baca juga: Pendidikan keterampilan hidup Unicef sejalan dengan tujuan pendidikan

Baca juga: Kemdikbud dukung Indonesia maju dengan menciptakan pelajar Pancasila

 


Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar