Satgas: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra bertambah 90

id pasien sembuh, COVID-19, virus corona, Sultra

Satgas: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra bertambah 90

Ilustrasi - Jajaran Lapas Kendari, saat melakukan uji usab antigen. ANTARA/Harianto.

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan pasien sembuh dari virus corona baru di daerah itu bertambah 90 menjadi 5.624 orang pada 2 Desember 2020.

Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Rabu, mengatakan pasien sembuh hari ini tercatat lebih banyak dari kasus positif baru daerah itu.

"Pasien sembuh hari ini masing-masing satu orang dari Kolaka Utara dan Buton Tengah, di Muna Barat tiga orang, di Konawe dua orang dan Kendari 84 orang," kata dia.

Rabiul juga menyampaikan telah terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 69 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 6.658 orang.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sultra menjadi 5.429 dari 6.502

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di Sultra menjadi 103 orang


"Kasus positif baru hari ini masing-masing satu orang dari Buton, Buton Selatan, Muna dan Konawe. Kemudian Kolaka dan Konawe Selatan masing-masing dua orang. Baubau dan Bombana masing-masing enam orang, Kendari 31 orang, Konawe Utara sembilan orang, Buton Tengah lima orang dan Kolaka Utara empat orang," tutur Rabiul.

Ia menyampaikan untuk data pasien meninggal juga ada penambahan satu orang laki-laki (61 tahun) asal Kabupaten Muna, sehingga pasien meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara sebanyak 108 orang.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 di Sulawesi Tenggara masih terjadi, sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat agar miliki kesadaran tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan ketika menjalani aktivitas produktif.

"Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, kita juga harus gencar melakukan sosialisasi, edukasi pencegahan maupun deteksi dini terhadap pandemi COVID-19 ini, sehingga kita bisa menekan angka kasus kita," ujar Wayong.*

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sultra bertambah 129 jadi 5.308 orang

Baca juga: Seorang dokter usia 27 tahun meninggal akibat COVID-19 di Sultra

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar