Keterpakaian ruang ICU-isolasi COVID-19 di Jakbar lebih dari 70 persen

id ruang isolasi jakarta

Keterpakaian ruang ICU-isolasi COVID-19 di Jakbar lebih dari 70 persen

Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Keterpakaian ruang unit perawatan intensif (ICU) maupun ruang isolasi COVID-19 di Jakarta Barat, hingga 11 Desember 2020 sudah lebih dari 70 persen. 

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini mengungkap data tersebut dari 18 rumah sakit rujukan COVID-19 yang ada di wilayahnya.

"Saat ini tempat tidur isolasi COVID-19 yang sudah terpakai 748 tempat tidur dari 988 yang tersedia," ujar Kristi, di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, lanjutnya, sisanya 240 tempat tidur isolasi bagi pasien COVID-19 di Jakarta Barat.

Selain itu, ketersediaan tempat tidur ICU di rumah sakit Jakarta Barat terbilang kurang dari setengahnya.

Baca juga: Kapasitas ruang isolasi dan ICU COVID-19 Jakbar di atas 65 persen

Dari 131 tempat tidur ICU yang tersedia, sudah terpakai 108 ruangan sehingga, hanya tersisa 23 tempat tidur.

Data lengkap ketersediaan tempat tidur isolasi COVID-19 di Jakarta dapat diakses di http://eis.dinkes.jakarta.go.id/bed/

Di laman web tersebut, terdapat data seluruh rumah sakit yang menampung kasus COVID-19 di Jakarta.

Di Jakarta Barat, rumah sakit yang menampung pasien COVID-19 di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, RS Pelni, RS Kanker Dharmais, dan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kecamatan Kalideres, RS Umum Kembangan, dan RS Umum Anggrek Mas.

Ia mencontohkan, di RS Umum Daerah Cengkareng, ketersediaan tempat tidur isolasi tanpa tekanan negatif tinggal 90 tempat tidur dari 229 yang disediakan.

Baca juga: Keterisian ruang ICU-Isolasi COVID-19 Jakarta masih di atas 70 persen

Sementara di RS Pelni ketersediaan tempat tidur isolasi tanpa tekanan negatif tersisa 43 tempat tidur dari total 168 yang tersedia.
 

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar