Business Matching BRI catat kontrak pembelian 59 juta dolar AS

id bank bri, pameran UMKM BRI, UMKM BRI, BRI EXPO, kredit BRI

Business Matching BRI catat kontrak pembelian 59 juta dolar AS

Pekerja menyelesaikan pembuatan boneka karakter Circa Handmade di Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (2/12/2020). Bank Rakyat Indonesia menarget untuk meningkatkan kontribusi penyaluran kredit kepada sektor UMKM menjadi 85 persen dan hingga September 2020 BRI berhasil mengalokasikan kredit untuk UMKM menjadi 80 persen dari total penyaluran kredit senilai Rp.935,35 triliun. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/hp.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan nilai kontrak pembelian barang produk UMKM Tanah Air lebih dari 59 juta dolar AS dalam ajang pameran BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020.

"Ini merupakan keberhasilan BRI dalam memanfaatkan kondisi normal baru dengan cara kerja yang lebih efisien dan menghasilkan pencapaian yang lebih tinggi," kata Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, ajang itu melibatkan 99 calon pembeli dari 24 negara di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan sejumlah negara di kawasan Uni Eropa dan Timur Tengah.

Baca juga: Erick Thohir ungkap alasan konsolidasikan BRI, PNM, dan Pegadaian

Bank BUMN ini mencatat pencapaian itu meningkatkan signifikan dibandingkan tahun lalu sebesar 33 juta dolar AS.

Mengingat kegiatan masih berlangsung sampai 15 Desember 2020, diperkirakan pencapaian berpeluang meningkat.

Dia menjelaskan bahwa BRI menunjukkan konsistensinya dalam mendampingi UMKM untuk dapat naik kelas dengan go digital dan go global.

Pembinaan dan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan ini dilakukan melalui program BRI Inkubasi dengan asistensi untuk pemasaran produk dan ekplorasi pasar baru berskala global.

Salah satu hal yang dilakukan, kata dia, mengakselerasi penempatan UMKM BRI di platform daring yang mempunyai cakupan pasar secara global.

Bank BUMN ini membuktikan bahwa BRI merupakan partner yang tepat untuk memberdayakan UMKM naik kelas dengan Go Digital dan Go Global, ditambah dengan jaringan BRI di luar negeri dan jaringan koresponden BRI yang mencapai lebih dari 1.200 di seluruh dunia.

Baca juga: BRIDS berharap kedatangan vaksin dongkrak investasi di pasar modal

Sementara itu, SEVP Treasury and Global Services BRI Listiarini Dewajanti mengungkapkan BRI melalui salah satu Kantor Cabang Luar Negeri yakni di New York telah memulai terlebih dahulu dengan mendukung program Archipelago.

Program ini diinisiasi Kementerian Perdagangan RI, Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI), Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver dan Diaspora Indonesia di Kanada.

"Apa yang Indonesia punya, BRI ada untuk mendukung UMKM go global. BRI adalah partner yang tepat untuk turut memasarkan produk unggulan Indonesia," imbuh Listiarini.

Dia menjelaskan Archipelago merupakan program untuk memperkenalkan produk asli Indonesia ke pasar global khususnya Amerika dan Kanada melalui platform perdagangan daring terbesar di dunia, Amazon.

Perluasan pasar melalui online marketplace merupakan stategi yang tepat untuk tetap mengembangkan bisnis UMKM di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Pada tahap pertama, Archipelago fokus untuk memasarkan produk makanan dan minuman serta produk kecantikan dan kesehatan asli Indonesia.

Dalam program ini, BRI mengikutsertakan 22 nasabah UMKM yang telah diseleksi, dan terpilih 11 nasabah untuk masuk ke dalam program Archipelago.

Proses kurasi ketat yang dilakukan tidak hanya terbatas pada kualitas produk, namun juga kualitas kemasan dan kemampuan manajerial dari UMKM terpilih.

Archipelago telah diluncurkan di Vancouver, Kanada pada 10 Desember 2020, dan produk UMKM BRI seperti keripik tempe, kue semprong, bumbu dapur, keripik ubi, keripik kentang dan beberapa produk lainnya sudah dapat dibeli masyarakat Kanada dan sekitarnya di situs belanja Amazon.

Beberapa produk unggulan pada program Archipelago tersebut merupakan produk dari UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Pembeli juga dapat mengakses melalui archipelago-store.com untuk melihat katalog produk, dan pada saat memilih produk untuk dibeli, akan secara otomatis diarahkan ke halaman Amazon.

Sesuai dengan timeline, Archipelago tidak hanya menyasar pasar Kanada, akan tetapi juga pasar Amerika Serikat, yang rencananya akan diluncurkan pada akhir Januari 2021.

Hal ini akan membuka peluang produk nasabah UMKM BRI untuk dikenal secara global. Tahap awal, diperkirakan potensi transaksi yang terjadi pada Desember 2020 sampai dengan Februari 2021 kurang lebih sebesar 82 ribu dolar AS.

Listiarini Dewajanti menambahkan bahwa BRI akan terus mendorong pelaku usaha di Indonesia secara berkelanjutan khususnya nasabah BRI dan UMKM untuk Go Global.

Peran serta BRI dalam program Archipelago, merupakan dukungan penuh BRI untuk akselerasi pemasaran produk UMKM asli Indonesia ke luar negeri khususnya di pasar Amerika dan Kanada.

Peluang potensi bisnis kearah B2B sangat besar, mengingat produk-produk yang ikut dalam program Archipelago juga akan dipamerkan di kantor ITPC Vancouver sehingga memudahkan calon pembeli untuk melihat dan merasakan secara langsung produk UMKM BRI.

"Mengingat cakupan pasar Amazon saat ini, harapan saya, dengan Amazon sebagai sales channel untuk penjualan retail, akan mendorong terjadinya transaksi dengan skala lebih besar secara B2B (Business to Business)," katanya.

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar