Pilot Sichuan positif, Beijing dapat satu kasus dari HK pascakarantina

id kasus impor COVID di China,kasus COVID d Beijing, pilot Sichuan Airlines positif,Kasus corona China,Kasus covid china

Pilot Sichuan positif, Beijing dapat satu kasus dari HK pascakarantina

Para penumpang pesawat Xiamen Airlines dari Jakarta menuju Fuzhou, China, memakai alat pelindung diri dalam penerbangan selama 5 jam 10 menit pada Kamis (22/10/2020). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Seorang pilot maskapai penerbangan Sichuan Airlines dinyatakan positif COVID-19, sedangkan Beijing mendapatkan satu kasus impor dari Hong Kong setelah pasien tersebut menjalani karantina selama 14 hari.

Pilot berusia 26 tahun itu mendarat di Chengdu, Ibu Kota Provinsi Sichuan, China, pada 29 November.

Saat dikarantina di tempat yang ditentukan, hasil tes usap pilot tersebut negatif, demikian pernyataan Komisi Kesehatan Sichuan, Selasa.

Dia bertindak selaku kapten dalam penerbangan Chengdu-Jinan, Provinsi Shandong, Rabu (9/12) dan melanjutkan karantina hingga Sabtu (12/12) lalu mengendarai mobil menuju pesta pernikahan di Kota Jiangyou, Sichuan, yang dihadiri 300 orang.

Setelah itu, dia memeriksakan diri ke Rumah Sakit Universitas Sichuan pada Senin (14/12) dan hasil tesnya menunjukkan positif COVID-19.

Saat ini otoritas kesehatan setempat sedang melacak kontak dekat pilot itu.

Baca juga: Ratusan warga Hong Kong padati pos perbatasan Shenzhen

Baca juga: China hentikan operasi pabrik chip Korea setelah buruh positif corona


Sementara itu, di Beijing terdapat satu kasus impor COVID-19 dari Hong Kong yang ditemukan setelah yang bersangkutan selesai menjalani karantina selama 14 hari.

Pasien tersebut tiba di Beijing dari Hong Kong pada 28 November dan langsung dikirim ke hotel yang sudah ditentukan untuk menjalani karantina 14 hari meskipun hasil tes di bandara menunjukkan negatif sesuai prosedur yang diberlakukan oleh pemerintah China.

Sehari setelah menyelesaikan karantina, pria tersebut dinyatakan positif COVID-19.

Setelah adanya kasus itu, Beijing terus memperketat pencegahan penyakit, terutama terhadap penerbangan internasional, dengan menambah waktu pengawasan selama tujuh hari selepas seseorang menjalani karantina 14 hari, kata Wakil Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kota Beijing Pang Xinghuo, Selasa, seperti dikutip oleh media setempat.

Baca juga: WHO: "Sangat spekulatif" untuk katakan COVID-19 tidak muncul di China

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar