TROI Foundation gelar simulasi wisata olahraga di tengah pandemi

id Sport tourism,TROI Foundation,Lomba lari lintas alam

TROI Foundation gelar simulasi wisata olahraga di tengah pandemi

Peserta lomba lari lintas alam melakukan pengecekan kesehatan Rapid Test sebagai salah satu syarat agar bisa mengikuti kegiatan lomba lari yang diinisiasi TROI Foundation. (ANTARA/HO/TROI Foundation)

Jakarta (ANTARA) - TROI Foundation akan menggelar simulasi wisata olahraga (sport tourism) di tengah pandemi COVID-19 dalam kegiatan perlombaan lari di alam terbuka yang berlangsung di kawasan Perbukitan Sukawana, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (20/12).

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Jakarta, Sabtu, kegiatan lomba lari alam terbuka ini merupakan simulasi protokol kesehatan COVID-19 yang telah dibuat oleh International Trail Running Association (ITRA).

Sejumlah aspek yang diperhatikan antara lain pesertanya hanya dibatasi maksimal 50 orang saja. Biasanya, peserta kegiatan ini jumlahnya bisa mencapai ratusan orang namun karena pandemi maka harus dibatasi. Tak hanya itu, seluruh peserta juga akan dicek kesehatannya untuk memastikan tak tertular COVID-19.

Baca juga: Menpora lihat potensi Kepri jadi destinasi wisata olahraga terkemuka

"Selain untuk simulasi, dan sosialisasi, hal ini juga sebagai wujud bangkitnya kembali olahraga wisata Trail Running di Indonesia,” ujar ketua TROI Foundation Wahyu Yudha.

Wisata olahraga saat ini memang diproyeksikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai salah satu andalan dalam menumbuhkan semangat olahraga di tengah pandemi serta penggeliat ekonomi di masa mendatang.

Panduan protokol kesehatan untuk cabang olahraga lari pernah dikeluarkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetapi untuk lari massal di jalan raya atau marathon.

Baca juga: Menpora minta stadion di Bali bisa digunakan untuk Sport Tourism

Lomba lari alam terbuka (trail running) memiliki perbedaan dan keunikan sendiri karena terkait lokasi, sarana, dan prasarana yang berbeda, sehingga protokol kesehatannya juga tidak sama dengan lari marathon.

Jika terselenggara dengan lancar serta tak ada penambahan kasus baru, bisa saja lomba ini menjadi prototipe untuk kegiatan-kegiatan serupa sebagai proses adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Kami mengadakan lomba lari alam terbuka ini, selain bertujuan untuk simulasi protokol kesehatan COVID-19, juga sebagai sarana untuk sosialisasi kepada masyarakat atas adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada kegiatan lari alam terbuka," ujar ketua penyelenggara kegiatan Dadang.
Baca juga: Jetski Safari Makassar diharap dorong pemulihan ekonomi kepulauan

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar