Sertifikasi kompetensi permudah lulusan diserap industri

id sertifikat kompetensi,lulusan perguruan tinggi,Kalbis Institute,Raymond Christantyo

Sertifikasi kompetensi permudah lulusan diserap industri

Ilustrasi - Penyerahan Lisensi dan Sertifikat Asesor Kompetensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi UNS dari BNSP. ANTARA/Aris Wasita

Jakarta (ANTARA) - Praktisi pendidikan dari Kalbis Institute Raymond Christantyo mengatakan sertifikat kompetensi mempermudah lulusan diserap oleh industri begitu lulus.

“Lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi menjadi lulusan yang siap untuk diserap industri dengan ilmu dan kemampuan yang unggul,” ujar Raymond dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan perguruan tinggi hendaknya dapat berkolaborasi dengan dunia industri dalam meningkatkan daya saing lulusan juga dosen. Pihaknya berkomitmen untuk selalu mengembangkan kolaborasi dengan siapapun.

“Dengan berkolaborasi bersama akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, serta lulusan. Sehingga mampu diterima baik di dunia industri maupun dunia usaha,” terang Brand Communications Manager Kalbis Institute itu.

Baca juga: Sertifikat kompetensi, garansi bagi lulusan memasuki dunia kerja

Selain itu, pihaknya menyesuaikan kurikulum yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan industri. Sehingga lulusannya tidak hanya pintar secara akademik, namun juga memiliki hati dan intelektual yang baik.

Sebelumnya, Kalbis Institute bekerja sama dalam memberikan sertifikasi bagi mahasiswa Manajemen, yang mana mahasiswa akan mendapat gelar sertifikasi Associate Wealth Manager (AWM) dari Certified Wealth Manager’s Association (CWMA) saat lulus dari program Manajemen Kalbis Institute tanpa biaya dan waktu tambahan.

Baca juga: Kemendikbud : Sertifikat kompetensi modal lulusan masuki dunia kerja

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, meminta kerja sama yang dilakukan perguruan tinggi dan industri jangan hanya sekedar di atas kertas, namun harus dilakukan dalam bentuk kerja sama yang intens.

“Kolaborasi bukan sekedar tandatangan MoU, foto-foto serta masuk koran, sudah berani klaim, sudah kolaborasi dengan industri. Untuk mencapai kesesuaian, dibutuhkan usaha dan upaya-upaya detil lebih lanjut, yang wajib dilakukan bersama-sama oleh dunia pendidikan dan dunia usaha dan dunia industri,” imbuh Wikan.

Wikan menghimbau kompetensi yang dihasilkan perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin melompat-lompat menuju masa depan.

Oleh karena itu menurut dia, kurikulum harus fleksibel dan gesit untuk mampu adaptif terhadap perubahan. Terlebih lagi, dunia Pendidikan juga harus mampu menciptakan wirausaha dan perusahaan rintisan.

Baca juga: Industri sebut lebih percaya lulusan miliki sertifikat kompetensi

 


Pewarta : Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar