Populer di TikTok, Terry aransemen ulang "Di Persimpangan Dilema"

id Terry,TikTok

Populer di TikTok, Terry aransemen ulang "Di Persimpangan Dilema"

Terry aransemen ulang lagu "Di Persimpangan Dilema". (HO)

Jakarta (ANTARA) - Solois wanita Terry menghadirkan aransemen ulang dari lagu "Di Persimpangan Dilema" yang pernah dirilis tahun 2017 lalu, setelah menjadi viral di TikTok.

Terry berkolaborasi dengan Jay Stefan menghadirkan “Di Persimpangan Dilema” versi Remix. Jay Stefan adalah seorang produser musik yang sering menggarap berbagai lagu dan menjadi sound yang banyak digunakan untuk bergoyang di TikTok.

"Lagu ini udah aku rilis tiga tahun lalu dan tidak sempat untuk melakukan kegiatan promosi dengan maksimal karena kehamilan anak pertama, lalu lanjut anak kedua. Tiada henti aku berucap Alhamdulillah dan terima kasih untuk semua yang menyukai dan membagi ceritanya dengan lagu ini," kata Terry dalam keterangan resminya, Sabtu.

Tercatat sampai saat ini “Di Persimpangan Dilema” telah dipakai sebagai backsound video TikTok sebanyak lebih dari 70 ribu kali dan sudah dilihat lebih dari 26 juta kali.

Kepopuleran di TikTok juga berpengaruh ke angka streaming di platform layanan musik lainnya. Total sampai saat ini “Di Persimpangan Dilema” sudah didengarkan lebih dari 6,6 juta di berbagai platform musik digital.

Bahkan video musiknya yang ada di channel YouTube Terry sudah di tonton lebih dari 40 juta kali. Terry mengaku sangat terkejut dengan hal tersebut. Dia tak menyangka lagunya bisa mendadak viral setelah tiga tahun dirilis.

Lebih lanjut, kepopuleran yang didapatkan “Di Persimpangan Dilema” belakangan ini menjadi semangat untuk terus berkarya bagi Terry.

“Bersama tim aku sedang mempersiapkan sesuatu yang spesial untuk dirilis, doakan semoga bisa menjadi berkat untuk banyak orang," imbuhnya.

Baca juga: Marion Jola hingga Inul, selebritas top di TikTok tahun ini

Baca juga: Produk kecantikan lokal jadi favorit pengguna TikTok pada 2020

Baca juga: Reddit beli pesaing TikTok, Dubsmash


 

Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar