DTKJ dukung operator transportasi umum miliki pendapatan nontiket

id DTKJ, transJakarta, MRT Jakarta, pendapatan nontiket, nonfare box, Harris Muhammadun

DTKJ dukung operator transportasi umum miliki pendapatan nontiket

Petugas membantu penumpang melewati pintu tiket usai menaiki kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/12/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan jam operasional transportasi umum hingga pukul 20.00 seperti pada Moda Raya Terpadu (MRT) dan Bus TransJakarta yang mulai berlaku 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021, guna menekan penyebaran COVID-19 di masa libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mendukung operator transportasi umum dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau pihak swasta untuk memiliki pendapatan nontiket atau kerap dikenal dengan istilah "non farebox".

Dengan model bisnis baru dari pendapatan nontiket, DTKJ menilai pengelola transportasi memiliki potensi keuntungan yang besar selain dari pendapatan penjualan tiket.

"Jika pendapatan 'non farebox dioptimalkan ini bisa sangat luar biasa," ujar Ketua DTKJ Harris Muhammadun pada acara "Refleksi 2020 dan Outlook 2021 DTKJ" di Jakarta, Selasa.

Harris mencontohkan salah satu operator transportasi umum yang telah menerapkan model bisnis non farebox adalah MRT Jakarta.

"Contohnya MRT sudah mulai menggali pendapatan nonfarebox. Dengan adanya 5 stasiun berstatus 'naming right' yang bisa dimanfaatkan pihak ketiga, itu mulai dari Dukuh Atas bersama BNI, lalu ada Setiabudi Astra, Istora Mandiri, Blok M BCA hingga di Lebak Bulus dengan Grab. Nah itu contohnya," ujar Harris.

Terdekat Harris berharap model bisnis non farebox itu dapat diikuti oleh operator-operator lainnya yang tergabung dalam Jaklingko seperti TransJakarta dan LRT Jakarta.

Dengan adanya pendapatan non farebox, nantinya dimungkinkan jika para operator pengelola transportasi umum di Jakarta tidak lagi bergantung pada anggaran yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Adanya model bisnis baru itu juga diharapkan dapat mendewasakan para operator untuk mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi.

Baca juga: DTKJ terima aduan terbanyak dari pengguna TransJakarta
Baca juga: DTKJ dorong BLUD angkutan perairan di Kepulauan Seribu direalisasikan
Baca juga: DKI minta DTKJ kaji transportasi ramah disabilitas masuk kurikulum


Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar