Perahu terbalik diterjang gelombang, empat nelayan Lebak selamat

id lebak

Perahu terbalik diterjang gelombang, empat nelayan Lebak selamat

Empat nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dilaporkan selamat setelah perahu yang ditumpanginya itu terbalik diterjang gelombang tinggi di Pantai Suka Hujan Karang Hideng, Kecamatan Cihara, Lebak, Kamis.

Lebak (ANTARA) - Empat nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak Provinsi Banten dilaporkan selamat meskipun perahu yang ditumpanginya terbalik diterjang gelombang tinggi di Pantai Suka Hujan Karang Hideng, Kecamatan Cihara, Lebak, Kamis.

"Kami melakukan evakuasi terhadap empat nelayan itu serta membawa perahu miliknya ke darat," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Sumardi di Posko Kedaruratan Bencana yang berlokasi di Villa Hejo Kiara Payung Kecamatan Panggarangan, Lebak, Kamis.

Baca juga: Wisatawan Pantai Pasir Putih Cihara diminta waspada gelombang tinggi

Cuaca buruk yang terjadi di pesisir selatan Lebak cukup membahayakan nelayan tradisional karena ketinggian gelombang antara dua sampai tiga meter.

Peristiwa kecelakaan laut yang dialami empat nelayan pesisir selatan Lebak terjadi Kamis pagi dan beruntung tidak menyebabkan korban jiwa.

Perahu yang ditumpangi keempat nelayan itu terbalik saat melintasi Pantai Suka Hujan Karang Hideng, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Baca juga: SAR temukan jasad wisatawan terseret ombak di Pantai Pasir Putih Lebak

"Keempat nelayan itu atas nama Sadik (60), Arta (50), Barud (40) dan Karhadi (45)," kata menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya juga menyampaikan peringatan kewaspadaan agar nelayan hati-hati jika melaut sehubungan cuaca buruk tersebut.

Selama ini, cuaca pesisir selatan Lebak membahayakan karena berdasarkan laporan BMKG bahwa fenomena La Nina akan berlangsung sampai April 2021.

Baca juga: Badan SAR Nasional Banten sisir wisatawan terseret ombak selatan

Fenomena La Nina ditandai gelombang tinggi, curah hujan meningkat disertai tiupan angin kencang.

"Kami menjalin kerja sama dengan relawan, TNI, Polri, RAPI dan masyarakat untuk mengendalikan bencana jika sewaktu-waktu terjadi pada fenomena La Nina itu," katanya .

Selama ini, pesisir selatan Lebak kurang bersahabat karena berhadapan dengan Perairan Samudera Hindia.

Baca juga: Tak bisa melaut, nelayan di Lebak-Banten kembali terlilit utang

BPBD Banten juga sudah menyampaikan kepada nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Binuangeun, Panggarangan, Sukamaju, Bagedur, Cihara, Bayah, Pulau Manuk, Panggarangan, Sawarna hingga Tanjung Panto agar meningkatkan waspada ancaman gelombang tinggi.

Begitu juga wisatawan diimbau tidak merayakan pergantian tahun baru di sekitar pantai selatan Lebak, karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan laut.

"Kami minta nelayan maupun wisatawan waspada gelombang di pesisir selatan Lebak guna mengurangi risiko bencana," kata Sumardi.

Baca juga: Tim evakuasi akhirnya temukan nelayan hilang di Lebak

Baca juga: Tim evakuasi sisir nelayan hilang diterjang gelombang tinggi di Lebak

 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar