Teten Masduki berduka atas berpulangnya Subiakto Tjakrawerdaja

id Menkop ukm,teten masduki,subiakto tjakrawerdaja,covid-19

Teten Masduki berduka atas berpulangnya Subiakto Tjakrawerdaja

Dokumentasi - Mantan Menteri Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil Subiakto Tjakrawerdaya (kanan). ANTARA/Irfan/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan duka cita mendalam dan rasa kehilangan besar atas berpulangnya tokoh koperasi Dr (HC ) Drs.H.Subiakto Tjakrawerdaja.

“Kami turut berduka cita, kita kehilangan beliau,” kata Menteri Teten Masduki di Jakarta, Minggu.

Subiakto dikabarkan meninggal dunia pada 2 Januari 2021 sekitar pukul 23.10 WIB di RSPP Simprug Jakarta setelah berjuang melawan COVID-19.

Baca juga: Kemenkop siapkan 6 strategi optimalkan transformasi koperasi modern

Subiakto Tjakrawerdaya adalah Menteri Koperasi Indonesia pada 1993 hingga 1998 di era Kabinet Pembangunan VI dan Kabinet Pembangunan VII pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Subiakto lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 30 Juli 1944 dan menjabat sebagai Menteri Koperasi menggantikan pendahulunya Bustanil Arifin.

Teten mengaku sangat kehilangan sosok pendahulunya tersebut karena beberapa waktu sebelumnya memiliki rencana bersama untuk mengembangkan sebuah program.

“Sebelum pandemi kami punya rencana untuk mengembangkan koperasi produksi di sektor pangan,” kata Teten.

Baca juga: Menkop UKM: UMKM harus bertransformasi ke digitalisasi produksi

Subiakto meninggalkan istri Hj. Siti Milangoni dan tiga anak yakni Larasati, Wirendra, dan Hapsari, serta menantu dan cucu.

Sebagai salah satu anggota gerakan koperasi, Ketua Umum Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI) Sularto mengatakan sangat kehilangan atas berpulangnya Subiakto.

“Kita kehilangan sosok nasionalis yang memperjuangkan koperasi yang Indonesia. Di mata Almarhum, koperasi Indonesia berbeda dengan koperasi di negara lain. Menjadi anggota koperasi adalah wajib untuk meningkatkan kesejahteraan. Selamat jalan pejuang koperasi Indonesia,” kata Sularto.
 

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar