Polisi ungkap kebocoran gas PGN akibat aksi pencurian alat ukur volume

id kebocoran gas PGN, Cakung Barat, Polrestro Jaktim

Polisi ungkap kebocoran gas PGN akibat aksi pencurian alat ukur volume

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian (tengah) memperlihatkan alat pengukur volume gas yang dicuri pelaku dari kawasan Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2021). ANTARA/Andi Firdaus/am.

Jakarta (ANTARA) - Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian mengungkapkan peristiwa kebocoran gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Cakung Barat, Selasa pagi, akibat aksi pencurian alat kontrol volume gas.

"Yang dicuri satu unit alat 'volume corrector' nilainya Rp40 juta. Alat ini untuk kontrol volume gas sangat bahaya, perlu pengawasan yang baik," katanya dalam konferensi pers di Mapolsek Cakung.

Baca juga: Kebocoran gas di Cakung Barat karena kerusakan pipa PGN

Arie mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di lokasi stasiun gas Pulogebang Jalan Pahlawan Komarudin, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung.

Awalnya, kata Arie, seorang warga mencium bau gas saat melintas di sekitar lokasi kejadian. Lalu melapor kepada petugas polisi di pos terdekat.

Selanjutnya polisi berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Jakarta Timur dan petugas PGN untuk mengantisipasi potensi ledakan akibat perambatan gas.

Baca juga: Kementerian BUMN akan bahas dengan Kemenkeu soal pajak PGN

"Untuk keamanan TKP, kami sudah koordinasi dengan damkar dan PGN dan sudah dilakukan sterilisasi. Perkembangan terakhir kebocoran sudah berhasil diatasi," katanya.

Arie menyebut kebocoran berlangsung selama dua jam sejak kasus pencurian berlangsung.

Dikatakan Arie titik kebocoran gas merupakan bagian dari jaringan pipa distribusi gas menuju kawasan industri.

Pelaku pencurian berjumlah tiga orang. Mereka beraksi dengan mengintai TKP sejak malam hari untuk memastikan situasi aman.

Baca juga: PGN terapkan teknologi terpadu tingkatkan layanan gas bumi

"Baru pada pagi harinya mereka beraksi mencuri alat tersebut," katanya.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar