Kapolda: Keluarga terduga teroris tidak terlibat akan dipulangkan

id teroris makassar, kapolda sulsel, densus 88 antiteror, densus 88

Kapolda: Keluarga terduga teroris tidak terlibat akan dipulangkan

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam (tengah) didampingi Analis Utama Intelijen Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol Ibnu Suhendra (kanan) dan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Zulpan (kiri) saat merilis barang bukti yang diamankan dari rumah terduga teroris di Makassar, Sulsel, (7/1/2021). ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam didampingi Analis Utama Intelijen Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol Ibnu Suhendra mengatakan, 18 orang kerabat dari dua terduga teroris MR (45) dan SA (22) yang diamankan itu hanya untuk pemeriksaan dan jika tidak terbukti keterlibatan-nya akan dipulangkan ke rumahnya.

"Yang diamankan itu ada istri, anaknya dan kerabat lainnya. Mereka semua diamankan oleh Densus 88 untuk pemeriksaan saja dan nanti setelah pemeriksaan akan ditelaah," ujar Irjen Pol Merdisyam di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, 18 yang diamankan termasuk yang luka tembak berinisial I (30) dan sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Makassar itu untuk mengetahui peran dan keterlibatan mereka dengan terduga teroris MR dan SA.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menyatakan, jika hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan oleh penyidik Densus 88 Antiteror dan dinyatakan tidak terlibat jaringan teroris, maka akan dikembalikan ke rumahnya.

"Nanti jika hasil pemeriksaan selesai dan telaah dilakukan, jika tidak terbukti maka akan dikembalikan ke rumahnya. Jika ada yang terlibat, maka akan didalami lagi," tutur-nya.

Selain itu, proses pemakaman dua orang terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), RZ (44) dan AZ (22) dikawal ketat oleh aparat Brimob Polda Sulsel.

"Kenapa dilakukan pengawalan karena kami ingin agar proses pemakaman berjalan lancar dan tidak menimbulkan penolakan dari masyarakat," ucap dia.

Baca juga: Pemakaman dua terduga teroris di Makassar dikawal ketat polisi

Baca juga: 2 JAD Makassar perannya kirim dana untuk bomber gereja Jolo Filipina


Ia mengatakan, dasar dari pengawalan oleh polisi dikarenakan adanya beberapa kasus yang sebelum-sebelumnya di mana masyarakat ketika mengetahui yang dimakamkan adalah jaringan sindikat teroris, maka akan ditolak.

Karena itu, pihaknya bersama dengan Densus 88 Antiteror berupaya menghilangkan permasalahan lanjutan di masyarakat seperti penolakan pemakaman.

"Ada di Gowa, salah satu TPU. Di mana tempatnya, itu kami tidak bisa sebutkan. Yang pasti, proses pemakaman-nya berjalan lancar di salah satu TPU," ungkap-nya.

Sebelumnya, dalam penggerebekan di rumahnya di Vila Mutiara, Cluster Biru Kelurahan Buluroken Kecamatan Biringkanaya, Makassar pada Rabu (5/1) dini hari, RZ dan AZ tewas tertembus peluru anggota karena berusaha menyerang dan melawan saat akan diamankan.

Baca juga: Kapolda: 18 orang jaringan terduga teroris dibawa ke Jakarta

Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar