Enam daerah penyumbang tertinggi COVID-19 di Sumut, sebut gubernur

id Gubernur Sumut Edy Rahmayadi,COVID-19,COVID-19 di Sumut,Berita Sumut,corona

Enam daerah penyumbang tertinggi COVID-19 di Sumut, sebut gubernur

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (tengah) usai konferensi video bersama bupati dan wali kota se-Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Kamis (6/1/2021). ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus.

Medan (ANTARA) -
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan bahwa enam daerah penyumbang tertinggi kasus COVID-19 di provins itu, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kota Binjai dan Kabupaten Serdang Bedagai.
 
"Enam daerah penyumbang tertinggi warganya yang terpapar positif COVID-19 di Sumut adalah Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kota Binjai dan Kabupaten Serdang Bedagai. ," katanya saat konferensi video bersama bupati dan wali kota se-Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Kamis.
 
Untuk itu ia meminta kepada seluruh pimpinan masing-masing daerah untuk melakukan penguatan kontak "tracing" (penelusuran) terhadap kasus konfirmasi COVID-19.
 
Ia menyebutkan indikator penguatan kontak penelusuran yakni minimal 80 persen kasus konfirmasi dilakukan pelacakan kontak dan diketahui asal klusternya. Lalu, 90 persen kasus konfirmasi dan suspek diisolasi kurang 48 jam sejak gejala pertama.
 
Kemudian, kurang dari 80 persen kasus baru dengan kontak erat dilakukan isolasi dalam waktu kurang dari 72 jam, serta kurang dari 80 persen kontak dari kasus konfirmasi baru dipantau selama 14 hari.
 
"Kontak tracing dilakukan kepada 36 kontak erat dari satu kasus konfirmasi COVID-19," kata Edy Rahmayadi.
 
Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumut, jumlah kasus terkonfirmasi ter tanggal 7 Januari 2021 untuk Kota Medan sebanyak 9.096 kasus, Kabupaten Deli Serdang 2.273 kasus.
 
Kemudian, Kota Pematangsiantar 589 kasus, Simalungun 560 kasus, Kota Binjai 410 kasus dan Kabupaten Serdang Bedagai 366 kasus.
 

Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar