118 tenaga kesehatan Kota Bekasi divaksin Sinovac

id Vaksinasi COVID-19,Vaksinasi tenaga kesehatan,118 tenaga kesehatan,Vaksinasi hari pertama,Kota Bekasi,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksi

118 tenaga kesehatan Kota Bekasi divaksin Sinovac

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi para tenaga medis di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan pada Jumat (15/1/2021). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 118 tenaga kesehatan se-Kota Bekasi, Jawa Barat disuntik vaksin Sinovac buatan China pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi yang dipusatkan di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan.

"Ini di stadion ya, selain di stadion kami juga sudah mulai mendistribusikan vaksin ke fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota Bekasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati di Bekasi, Jumat.

Tanti mengatakan 118 tenaga kesehatan yang divaksin itu berasal dari Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan RSUD Kota Bekasi, rumah sakit swasta, dan layanan kesehatan lainnya yang berlokasi di sekitar stadion.

Baca juga: Anies tak undang "influencer" dalam peluncuran vaksinasi Jakarta

"Total hari ini ada 118 yang sudah divaksin, kita monitoring kepada tenaga kesehatan wilayah juga," katanya.

Tanti menyebut vaksin yang diterima Kota Bekasi disebar ke total 120 layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik.

Dia juga menyebut, dari total 14.060 dosis vaksin yang diterima, hanya sekitar 7.000 tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksinasi di tahap pertama ini.

"Jadi 14.060 vaksin yang sudah diterima Pemkot Bekasi diperuntukkan bagi peserta dengan jumlah 7.030. Karena kan untuk dua kali penyuntikan dengan rentang waktu 14 hari. Sehingga sasarannya hanya 7.030, tapi nakes sekitar 7.000, sisanya untuk pimpinan," ucapnya.

Baca juga: Intervensi vaksinasi upaya keluar dari pandemi COVID-19

Angka tersebut, kata dia, masih terbilang jauh dibandingkan jumlah keseluruhan tenaga kesehatan di wilayahnya yang mencapai 24.000 orang.

Tanti mengaku sudah menyampaikan kekurangan dosis vaksin kepada pemerintah pusat. "Ini kan bertahap sampai April nanti untuk tenaga medis," ucapnya.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan tidak ada tenaga kesehatan yang menolak diberikan vaksin. Seluruh tenaga kesehatan itu sudah melewati proses verifikasi penerima vaksin.

"Tidak ada nakes yang menolak, apalagi mereka yang bersentuhan langsung dengan pasien COVID-19," kata dia.

Baca juga: Penerima vaksin diingatkan belum imun 100 persen COVID-19
Baca juga: Penerima vaksin diimbau tetap disiplin protokol kesehatan
Baca juga: Kemenkes cek vaksinasi COVID-19 di Palembang

Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar