Magetan catat 50 kasus baru COVID-19, lima di antaranya meninggal

id corona magetan,magetan,corona,korona,covid-19,pemkab magetan,kabupaten magetan,konfirmasi,positif,kasus sembuh,jatim,jawa timur

Magetan catat 50 kasus baru COVID-19, lima di antaranya meninggal

Ilustrasi - Penanganan tes usap terhadap dugaan kasus COVID-19 di RSUD dr Sayidiman Magetan oleh petugas Satgas setempat. ANTARA/Louis Rika/ Rz.

Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur mencatat lonjakan tambahan 50 kasus positif COVID-19, Sabtu 16 Januari 2021, sehingga jumlah pasien COVID-19 di wilayah setempat meningkat menjadi 1.315 orang dari sebelumnya 1.265 orang.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, tambahan 50 kasus baru tersebut terdaftar sebagai kasus ke-1.266 hingga 1.315 dengan lima orang di antaranya meninggal dunia.

"Sebanyak 50 warga terkonfirmasi positif dan lima di antaranya meninggal dunia menjadi kabar kurang baik pada Sabtu 16 Januari 2021," ujar Kepala Diskominfo Kabupaten Magetan Saif Muchlissun dalam keterangannya di Magetan, Sabtu malam

Selain tambahan 50 kasus konfirmasi baru, Pemkab Magetan juga mencatat tambahan 30 kasus pasien sembuh dari COVID-19 pada Sabtu (16/1).

"Sembuhnya 30 warga Magetan dari COVID-19 menjadi kabar baik hari ini ditengah lonjakan pasien terkonfirmasi positif," kata dia.

Dengan adanya tambahan 50 pasien konfirmasi baru, 30 pasien sembuh, dan lima kasus kematian maka jumlah pasien COVID-19 di Kabupaten Magetan, hingga Sabtu (16/1) mencapai 1.315 orang. Dari 1.315 orang tersebut, 1.031 orang dinyatakan sembuh, 59 orang meninggal, dan 225 orang masih menjalani perawatan dan isolasi.

Atas tambahan kasus konfirmasi yang signifikan, Pemkab Magetan tidak bosan terus mengajak warganya tetap waspada mencegah penyebaran COVID-19 yang masih mengancam dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M. Yakni, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Disiplin menerapkan protokol kesehatan sampai saat ini masih menjadi kunci pencegahan COVID-19," demikian Muchlis.

Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar