Gubernur Bengkulu galang donasi untuk bencana Kalsel dan Sulbar

id Bengkulu, donasi, bencana alam, banjir, Sulbar, Kalsel,gempa,aa

Gubernur Bengkulu galang donasi untuk bencana Kalsel dan Sulbar

Sejumlah pengungsi korban gempa makan malam di tenda darurat yang mereka buat di kompleks Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021). BNPB menyatakan berdasarkan data per 17 Januari pukul 14.00 WIB jumlah korban gempa bumi Sulawesi Barat yang meninggal berjumlah 73 orang dan sebanyak 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menginisiasi penggalangan donasi di jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu bagi korban bencana alam di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.

"Jajaran Pemprov Bengkulu mulai besok akan menggalang donasi untuk saudara kita yang terkena musibah banjir di Kalimantan Selatan dan gempa di Sulawesi Barat," kata Rohidin dalam keterangan tertulisnya, Ahad.

Gubernur mengatakan dirinya telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan ke setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menyediakan kotak donasi.

Selain itu, Gubernur juga menugaskan Sekda untuk mengkoordinir seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu ikut mengumpulkan donasi.

Baca juga: Polda Sulbar amankan jalur distribusi logistik di perbatasan

Baca juga: BMKG imbau masyarakat Sulbar tak terpancing informasi sesat

Nantinya, kata Rohidin, donasi yang terkumpul akan dihimpun dalam satu rekening untuk kemudian disalurkan secara bersama-sama baik untuk membantu korban banjir di Kalsel maupun korban gempa di Sulbar.

"Artinya, semua pihak baik OPD Pemprov dan UPT serta seluruh Pemda kabupaten dan kota diajak satu pintu yaitu melalui Pemprov Bengkulu. Jadi bantuan ini atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Provinsi Bengkulu," ucap Rohidin.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB. Pusat gempa berada di darat, 6 kilometer di timur laut Majene, tidak berpotensi tsunami.

Gempa dirasakan di wilayah Majene pada skala IV-VI MMI, dan mengakibatkan 73 orang meninggal dunia, 826 luka-luka serta 27 850 orang lainnya mengungsi.

Gubernur Sulawesi Barat H.M. Ali Baal Masdar telah menetapkan status tanggap darurat pascagempa di daerah itu yang berlaku selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 15 Januari 2021.

Sedangkan bencana banjir yang terjadi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengakibatkan 9.600 jiwa menjadi korban, bahkan sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Kota Banjarmasin sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir pada 15 Januari 2021, sehingga membuat posko dan dapur umum untuk korban banjir.*

Baca juga: Waduk Riam Kanan terkendali di tengah banjir di Kabupaten Banjar

Baca juga: Kementerian ESDM pastikan stok bahan bakar di Sulbar dan Kalsel aman


Pewarta : Carminanda
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar