Polisi ungkap peredaran uang palsu di PKL Surabaya

id uang palsu PKL Surabaya, uang palsu Surabaya, PKL Surabaya, uang palsu

Polisi ungkap peredaran uang palsu di PKL Surabaya

Polisi menunjukkan barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu saat merilis perkara tersebut di Markas Polsek Jambangan Surabaya, Rabu (20/1/2021). (ANTARA Jatim/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA) - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Jambangan Surabaya mengungkap peredaran uang palsu setelah menangkap sejumlah pelaku yang salah satunya beraksi di sentra pedagang kaki lima (PKL) Karah Surabaya.

Kepala Polsek Jambangan Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Isharyata mengisahkan pengungkapan kasus ini berawal dari patroli protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19) di Sentra PKL Karah Surabaya.

"Tiba-tiba ada seseorang di Sentra PKL itu yang gerak-gerik-nya mencurigakan. Setelah kami selidiki dia akan bertransaksi uang palsu pecahan 100 ribu (rupiah)," ungkap-nya kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Seorang yang teridentifikasi bernama Nur Khozim, warga Jombang, Jawa Timur, itu langsung diamankan.

Baca juga: Pelaku pengedar uang palsu di Bali terancam dihukum 15 tahun

Baca juga: BI: Peredaran uang palsu di NTT naik 14 persen sepanjang 2020


Dari dalam tas-nya, polisi menemukan barang bukti sebanyak 1.051 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Nur Khozim mengaku mendapatkan ribuan lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dari seorang bernama Warji, warga Nganjuk, Jawa Timur, yang kemudian juga berhasil dibekuk.

Sedangkan Warji mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari Heri Wibowo, warga Solo, Jawa Tengah.

"Kami tangkap pelaku Heri Wibowo di Solo, serta mengamankan barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 1.408 lembar. Jadi total uang palsu yang kami amankan dari tiga komplotan pelaku ini sebanyak 2.459 lembar," ucap Kompol Isharyata.

Polisi mengungkap komplotan ini menjual uang palsu tersebut ke pembeli dengan perbandingan 1:4, yang berarti selembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dijual seharga Rp40 ribu.

Para pelaku dijerat Pasal 36 ayat (2) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang atau Pasal 245 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana 10 hingga 15 tahun penjara.

Baca juga: Polrestabes Semarang ringkus empat pembuat dan pengedar uang palsu

Baca juga: Polres Ngawi amankan tiga pengedar uang palsu

Pewarta : A Malik Ibrahim/Hanif Nashrullah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar