Polisi: Penetapan tersangka korupsi BOS SDN 2 Bayan tunggu audit BPKP

id dana bos,kasus korupsi,sdn 2 bayan,polres lombok utara

Polisi: Penetapan tersangka korupsi BOS SDN 2 Bayan tunggu audit BPKP

Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah mengenakan masker ketika ditemui di Mapolda NTB, Rabu (20/1/2021). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (ANTARA) - Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Sutriansyah mengatakan penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 2 Bayan, Kabupaten Lombok Utara, masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat.

Feri Jaya yang ditemui di Mataram, Rabu, mengatakan hasil audit dari BPKP NTB sudah rampung namun belum disampaikan ke penyidik kepolisian.

Baca juga: Penyidik periksa mantan Kepala SDN 19 Cakranegara terkait korupsi BOS

"Jadi sebenarnya hasil audit kerugian negara sudah rampung. Tapi format hasil auditnya belum kita terima," kata Feri.

Bila hasilnya sudah diberikan, Feri memastikan penyidik akan langsung melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

"Kemungkinan dalam waktu dekat ini. Hasil resmi BPKP NTB kita terima, baru kita gelar untuk tetapkan tersangka," ujarnya.

Baca juga: Polresta Mataram tangani kasus korupsi dana BOS

Dari hasil penyidikan, kata dia, penyidik telah menemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum terkait penggunaan dana BOS di SDN 2 Bayan. Ada dugaan penggunaannya tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.

Modus operandinya, kata dia, mulai dari pemalsuan dokumen, pembuatan nota pembiayaan secara fiktif, dan menaikkan harga item pembelian barang.

Modus tersebut di antaranya dijalankan untuk pengembangan perpustakaan, pengadaan buku kurikulum, sistem penerimaan siswa baru, evaluasi pembelajaran, pemeliharaan sarana dan prasarana.

Baca juga: MPR ingatkan kepala sekolah transparan gunakan dana BOS

"Beragam kegiatan itu terjadi dalam rentang periode tahun anggaran 2017 hingga 2018 dengan nilai dana BOS mencapai Rp330 juta," katanya.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar