ECDC: Varian mutan timbulkan risiko COVID-19 sangat tinggi di Eropa

id Varian mutan,COVID-19,virus corona,Eropa

ECDC: Varian mutan timbulkan risiko COVID-19 sangat tinggi di Eropa

Pengguna komuter dengan mengenakan masker memenuhi stasiun kereta pada jam sibuk di stasiun Cadorna, Milan, Italia, Rabu (7/10/2020), di tengah wabah virus corona (COVID-19). IPA/Sipa USA via Reuters Connect/NZ/djo

London (ANTARA) - Tiga varian mutan virus corona yang muncul di Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil menimbulkan risiko yang sangat tinggi di Eropa, kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), Kamis (21/1).

Badan pengawas penyakit Eropa itu memperingatkan bahwa ketiga varian akan menyebabkan lebih banyak infeksi, pasien rawat inap, serta kematian COVID-19.

Varian-varian tersebut, yang mencakup mutasi atau perubahan pada bagian-bagian virus corona penyebab COVID-19 yang menurut para ahli menjadikannya lebih menular, terdeteksi di banyak negara di Eropa dan sepertinya akan terus bertambah, menurut penilaian risiko ECDC.

"Kami saat ini menyaksikan situasi epidemiologi yang memburuk di sejumlah daerah, di mana varian virus SARS-CoV-2 yang mudah menular menjadi terbukti," kata Direktur ECDC Andrea Ammon melalui pernyataan.

"Peningkatan jumlah infeksi akan menyebabkan tingkat pasien rawat inap dan kematian di segala kelompok usia lebih tinggi."

Penilaian itu menyebutkan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa "sebaiknya mempersiapkan sistem perawatan kesehatan mereka mengantisipasi lonjakan permintaan (layanan, red)."

Inggris dan sejumlah negara Uni Eropa telah menutup atau sedang mempertimbangkan menutup perbatasan dengan negara-negara lain dalam upaya membatasi penyebaran varian COVID-19 yang lebih menular.

Namun, Komisi Eropa berpendapat bahwa penutupan semacam itu dapat membahayakan pasar tunggal Uni Eropa.

ECDC mengimbau perjalanan nonesensial tidak dilakukan dan mendesak pemerintah Eropa agar mempercepat laju vaksinasi COVID-19 pada kelompok-kelompok berisiko tinggi, seperti kaum lansia dan petugas medis.

Ammon menambahkan bahwa perpaduan penjagaan jarak fisik, peningkatan pengawasan, kelanjutan pengambilan sampel, pelacakan kontak yang ketat serta karantina juga diperlukan agar pencegahan penyebaran varian baru COVID-19 efektif.

Sumber: Reuters

Baca juga: Lebih dari 1.000 kasus satu varian COVID-19 ditemukan di Inggris

Baca juga: Penasihat Prancis: Tak perlu tutup sekolah meski ada varian baru COVID

Baca juga: Komisi Eropa: pemerintah EU tidak siap untuk lonjakan baru COVID-19

 

Varian baru COVID-19 menyebar di Eropa


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar