Novel "RAPIJALI" awalnya bernama "PLANET PING"

id Dee lestari,Novel,Rapijali

Novel "RAPIJALI" awalnya bernama "PLANET PING"

Penulis Dee Lestari saat berbincang tentang novel terbarunya yang berjudul "RAPIJALI" secara daring di Jakarta, Jumat (22/1/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Novel Dee Lestari mendatang, "RAPIJALI" awalnya diberi nama "PLANET PING", dia mengaku sengaja mengubah judulnya agar ceritanya bisa lebih luas.

Manuskrip "RAPIJALI" ditulis oleh Dee 27 tahun lalu. Kisahnya tentang Ping, remaja perempuan berusia 17 tahun yang hidup damai di Pantai Batu Karas bersama kakeknya yang seorang pemusik di rumah mereka dekat tepian Sungai Cijulang.

Awalnya cerita bersambung ini hanya fokus pada sosok PING saja. Namun ketika menghidupkan kembali cerita tersebut, ada banyak karakter pendukung yang cukup kuat sehingga "PLANET PING" dianggap kurang mewakili seluruh cerita.

"Banyak sekali karakter pendukung lain dan cukup ekstensif juga dan ini enggak pakai sudut pandang si Ping tapi orang ketiga. Untuk itu saya harus berpikir ada judul yang mewakili seluruh cerita," kata Dee dalam bincang-bincang "Dee Lestari RAPIJALI Media Meet", Jumat.

Baca juga: Alasan Dee Lestari menghidupkan kembali "RAPIJALI"

Baca juga: Dee Lestari bakal hadirkan novel baru "RAPIJALI" dalam dua versi


Nama "RAPIJALI" sendiri diambil dari sebuah kelompok musik di mana tokoh Ping menjadi anggotanya. Judul tersebut akhirnya dirasa yang paling pas untuk mewakili keseluruhan cerita.

"Karena di 'RAPIJALI' bukan hanya Ping sendiri tapi ada kawan-kawan yang lain. Sama kayak dulu 'Perahu Kertas' kan awalnya "Keenan & Kugi" tapi cerita juga melibatkan yang lain, jadi 'Perahu Kertas' bisa jadi simbol yang mewakili seluruh cerita," ujar Dee.

Selain judul yang berubah, beberapa cerita dalam novel tersebut juga berbeda dengan manuskrip awal, agar relevan dengan kehidupan saat ini. Pasalnya, Dee membuat manuskrip "RAPIJALI" pada tahun 1993, di mana ponsel dan media sosial belum ada.

"Luar biasa, saya merobohkan yang saya tulis semua dulu, walau ada beberapa yang saya pertahankan. Saya masuk ke ponsel, media sosial. Ini suatu keputusan yang tadinya membuat saya bimbang, tapi saya rasa-lagi drama ini enggak akan muncul kalau enggak ada unsur-unsur kekinian," ujar pemilik nama asli Dewi Lestari itu.

"RAPIJALI" akan hadir sebagai cerita bersambung digital melalui platform Storial.co dan juga buku fisik yang dijadwalkan rilis pada akhir Februari 2021.

Baca juga: Dee Lestari ungkap Glenn Fredly ubah lirik lagu "Malaikat Juga Tahu"

Baca juga: Dee Lestari bocorkan novel mendatang

Baca juga: Dee Lestari serukan untuk tak unduh buku bajakan

Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar