2,5 juta kasus kanker habiskan biaya pengobatan hingga Rp3,5 triliun

id Hari kanker,kanker sedunia,wamenkes, wakil menkes,bahaya kanker,World cancer day

2,5 juta kasus kanker habiskan biaya pengobatan hingga Rp3,5 triliun

Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono memberikan paparan terkait peringatan Hari Kanker Sedunia secara virtual. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan sepanjang 2020 tercatat penanganan kanker sebanyak 2,5 juta kasus di Tanah Air dan menghabiskan biaya pengobatan hingga Rp3,5 triliun.

"Itu data dari BPJS Kesehatan. Kemudian pada 2019 jumlah kasus kanker yang ditangani sebanyak 2,7 juta dan memakan biaya perawatan hingga Rp4,1 triliun," kata Wakil Menkes dr Dante pada diskusi virtual terkait peringatan Hari Kanker Sedunia yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Jika dibandingkan jumlah kasus kanker 2019 dengan 2020 memang terjadi penurunan. Namun, Dante menduga hal itu bisa jadi dipengaruhi oleh kondisi pandemi COVID-19 sehingga banyak penderita yang tidak datang ke pelayanan kesehatan.

"Jadi seolah-olah angka kematian dan angka layanan turun. Tapi saya yakin angka kanker itu semakin meningkat di Indonesia," katanya.

Kanker merupakan pembunuh nomor terbanyak setelah jantung koroner di Tanah Air. Sebanyak 9,7 persen kematian akibat penyakit tidak menular disebabkan oleh kanker.

Baca juga: LIPI kembangkan KIT deteksi Biomarker Kanker Payudara HER-2

Baca juga: Yogyakarta, Sumatera Barat, Gorontalo teratas dalam prevalensi kanker


Berdasarkan data riset kesehatan dasar pada 2018 global burden cancer (Globocan), kanker payudara menempati urutan pertama paling banyak yakni 16,8 persen.

Setelah itu, kanker serviks 9,3 persen, paru-paru dan kolorektrum sama 8,6 persen, dan liver sebanyak 5,3 persen.

"Angka ini memprihatinkan kita dan memberikan atensi serta menjadi masalah prioritas yang harus ditangani," ujar dia.

Perlu diingat, lanjut dia, pasien kanker merupakan salah satu kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Meskipun demikian, pengidap kanker bisa divaksin sesuai tahapan dan rekomendasi uji klinis.

Pada kesempatan itu, dr Dante juga menyampaikan beberapa hal kepada masyarakat agar mencegah kanker lebih dini. Pertama, penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Setelah itu, deteksi dini terhadap kanker juga harus dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi dan terakhir ialah vaksinasi.

"Jangan lupa penerapan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir tetap harus dilakukan juga," ujarnya.

Baca juga: Hari kanker sedunia, kenali penyebab dan deteksi kanker paru

Baca juga: Legislator : Indonesia perlu uu tentang kanker

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar