Bank Mandiri catat 64 persen realisasi kredit PEN disalurkan di Jawa

id bank mandiri, kredit bank mandiri, pemulihan ekonomi nasional, dana pen, penempatan dana pemerintah

Bank Mandiri catat 64 persen realisasi kredit PEN disalurkan di Jawa

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kanan) didampingi jajaran direksi menyampaikan paparan kinerja Bank Mandiri Triwulan III-2020 di Jakarta, Senin (26/10/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat sebanyak 64 persen realisasi kredit yang berasal dari penempatan dana pemerintah pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) disalurkan di Jawa dengan pencairan mencapai Rp42,9 triliun.

“Bank Mandiri terus bisa melihat momentum pemulihan ekonomi antara lain penyaluran kredit PEN mencapai Rp66,6 triliun,” kata Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam Rapat Dengar Pendapat virtual dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis.

Dalam paparannya, Darmawan menjelaskan pencairan kredit PEN di Jawa diterima oleh 162.948 debitur, kemudian di Sumatera mencapai Rp12,6 triliun atau 19 persen dengan jumlah debitur mencapai 57.210 orang.

Selanjutnya, di Kalimantan mencapai Rp4,7 triliun atau 7 persen dengan jumlah debitur mencapai 15.640 orang, Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp2,1 triliun atau 3 persen dengan debitur mencapai 11.168 orang.

Selain itu, di wilayah Sulawesi dan Maluku mencapai Rp3,6 triliun atau 5 persen dengan jumlah debitur mencapai 18.904 orang dan di Papua mencapai Rp800 miliar atau 1 persen dengan debitur mencapai 2.989 orang.

Bank BUMN ini sebelumnya menerima Rp15 triliun dana pemerintah yang ditempatkan dalam bentuk deposito dengan tenor 110 hari dan berakhir pada 13 Januari 2021.

Berdasarkan data Bank Mandiri hingga 12 Januari 2021, total penyaluran kredit yang berasal dari penempatan dana pemerintah itu mencapai Rp66,6 triliun kepada 268.859 debitur di seluruh Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan kelompok usaha paling banyak yakni perdagangan sebesar Rp23,4 triliun, pengolahan Rp16,5 triliun, pertanian dan kehutanan Rp8,5 triliun, konstruksi Rp4,5 triliun dan sektor lainnya mencapai Rp13,7 triliun.

Sedangkan apabila dikelompokkan berdasarkan jenis debitur, sebanyak 265.520 debitur di antaranya adalah UMKM dengan nilai Rp42 triliun dan non-UMKM sebanyak 3.339 debitur mencapai Rp24,6 triliun.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan kredit Rp42,6 triliun dari dana negara
Baca juga: Bank Mandiri salurkan pembiayaan PEN kepada vendor Pelindo IV
Baca juga: Bank Mandiri gelontorkan stimulus bagi wirausaha muda dukung PEN

 


Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar