Presiden Jokowi sambut rencana penerapan TCA dengan Malaysia

id presiden jokowi,pm mahyuddin yassin,malaysia ,travel corridor arrangement

Presiden Jokowi sambut rencana penerapan TCA dengan Malaysia

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin meninjau barisan upacara di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (5/2/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/am.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyambut rencana penerapan "Travel Corridor Arrangement" (TCA) atau juga dikenal dengan "Reciprocal Green Lane" (RGL) antara Indonesia dan Malaysia.

"Saya juga menyambut baik kesepakatan secara prinsip dibentuknya 'Travel Corridor Arrangement' (TCA) kedua negara dan mengenai waktu pemberlakuan TCA akan dikomunikasikan kemudian," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan pers bersama dengan PM Muhyiddin Yassin dalam kunjungan kenegaraan PM Muhyiddin ke Indonesia.

TCA adalah skema perjalanan yang diperuntukkan bagi warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang ingin melakukan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik dan kedinasan pada masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Presiden Jokowi persilakan PM Muhyiddin meneleponnya kapan saja

Terdapat sejumlah ketentuan yang disepakati kedua negara akan diterapkan sebagai suatu prosedur keberangkatan dan kedatangan.

Sebelumnya Indonesia sudah memiliki TCA dengan empat negara yaitu Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan dan China. Skema TCA tersebut secara efektif berlaku mulai 29 Oktober 2020 untuk Singapura, 29 Juli 2020 untuk UEA, 17 Agustus 2020 untuk Korea Selatan, dan 20 Agustus 2020 untuk China.

"Saya juga menyampaikan pentingnya ASEAN segera menyelesaikan ASEAN Travel Corridor Framework dan pada masa sulit seperti ini menjadi kepentingan ASEAN untuk terus menunjukkan soliditas," tambah Presiden Jokowi.

Sedangkan PM Mahyuddin mengatakan skema TCA tersebut mendorong perdagangan dan investasi antara Malaysia dan Indonesia meski dalam kondisi pandemi COVID-19.

"Diskusi pendahuluan telah dimulai dan saya harap kedua negara dapat mengintensifkan negosiasi untuk merinci Standard Operating Procedure (SOP) untuk pelaksanaan Reciprocal Green Lane Scheme (RGL) tersebut," ungkap PM Mahyuddin.

Baca juga: Presiden Jokowi-PM Muhyiddin minta pertemuan menlu ASEAN bahas Myanmar

PM Mahyuddin yakin kedua negara dapat segera mencapai kata sepakat mengenai SOP TCA.

"Yang penting adalah otoritas kesehatan kedua negara meneliti dan menilai situasi COVID-19 saat ini di kedua negara sebelum TCA dapat diimplementasikan," tambah PM Mahyuddin.

Setelah mengikuti upacara penyambutan resmi dan "veranda talk" kedua pemimpin menunaikan salat Jumat berjemaah di Masjid Baiturrahim, Istana Merdeka Jakarta. Bertindak selaku khatib adalah Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan selaku imam adalah Muhammad Ramli.

Rangkaian penyambutan resmi ini akan diakhiri dengan jamuan santap siang di Istana Negara, Jakarta.

Dalam jamuan santap siang tersebut disediakan rendang, soto padang, gulai paku ubi tumbuk, ayam kalio, dendeng batokok dan gulai ikan kerapu.

Baca juga: Presiden Jokowi dan PM Malaysia bahas perlindungan pekerja migran

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar