Banjir Semarang, Ketua DPD desak pemda lakukan "root cause analysis"

id Ketua dpd, la nyalla mattalitti, la nyalla, dpd, dpd ri, banjir semarang

Banjir Semarang, Ketua DPD desak pemda lakukan "root cause analysis"

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kanan) (HO-Dok Humas DPD RI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah daerah melakukan RCA (root cause analysis) mengenai masalah banjir yang melanda sejumlah daerah, terutama banjir Semarang, yang telah merenggut korban nyawa dan sempat melumpuhkan bandara.

"Kami berharap pemerintah daerah melakukan 'root cause analysis' mengenai masalah banjir. 'Root cause analysis' adalah langkah menggali permasalahan secara menyeluruh mengenai banjir kemarin," kata LaNyalla, dalam pernyataannya, di Jakarta, Minggu.

LaNyalla turut menyampaikan keprihatinan atas terjadinya bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah, terutama banjir di Semarang yang merendam puluhan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan dari total 16 kecamatan di wilayah tersebut.

Baca juga: DPD: utamakan keselamatan warga terdampak banjir

Sepuluh kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tugu, Ngaliyan, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Timur, Gayamsari, Genuk, dan Pedurungan.

Menurut LaNyalla, pemerintah daerah harus tanggap terhadap bencana, termasuk melakukan antisipasi, serta mencari tahu penyebabnya.

"Yang ada, pemerintah sering gagap dalam menangani masalah bencana. Akibatnya bukan menyelesaikan masalah, justru menyisakan masalah lain dalam setiap penanganannya. Hal ini yang kembali terjadi di Kota Semarang. Bencana kembali datang dan memakan korban serta berdampak hingga ke bandara," katanya.

Ketua DPD asal Jawa Timur itu mengingatkan pemerintah untuk melakukan pemetaan daerah bencana lengkap dengan langkah antisipasi.

Tidak hanya RCA, LaNyalla juga meminta pemda mampu merumuskan "analyze cause and effect relationship".

Baca juga: Ketua DPD sampaikan bantuan untuk korban bencana banjir

"Harus dicari tahu mengapa banjir terjadi dan apa relasi yang didapatkan. Hal ini harus dilakukan supaya semua menjadi evaluasi pembangunan kota. Dan ini juga bisa menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan RTRW," katanya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan bahwa secara umum diketahui pembangunan kota dapat menjadi penyebab banjir, terutama apabila curah hujan dengan intensitas tinggi.

"Tetapi, selama penelitian belum ditemukan, kita akan terus mengira-ngira apa penyebab banjir tanpa pernah tahu permasalahan sebenarnya," kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

LaNyalla yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu meminta pemda untuk menemukan akar masalah melalui analisa yang disarankannya.

Baca juga: DPD dorong pemerintah cepat atasi banjir Kalsel

"Sehingga ke depan dalam menata pembangunan kota kita benar-benar memperhatikan 'effect' pembangunan terhadap kebencanaan. Dan ini tugas pemerintah," katanya.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar