Anggota DPR minta Polri transparan ungkap tahanan tewas

id DPR RI,Polri,Komisi III DPR

Anggota DPR minta Polri transparan ungkap tahanan tewas

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Andi Rio Idris Padjalangi. (Dokumentasi Andi Rio Idris Padjalangi)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR Ri Andi Rio Idris Padjalangi meminta Polri melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) mengusut secara transparan peristiwa tewasnya seorang tahanan bernama Herman saat ditahan di Polres Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dia meminta Polri melakukan penyelidikan terhadap para anggota Polres Balikpapan yang bertugas saat peristiwa tersebut.

"Polri harus memberikan klarifikasi atas tewasnya Herman di sel tahanan Polres Balikpapan, Propam Polri harus memproses anggotanya yang terlibat," kata Andi Rio di Jakarta, Senin.

Baca juga: Sahroni minta Propam Polri benahi SOP proses penyidikan tahanan

Menurut dia, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo harus menunaikan janjinya saat melakukan uji kepatutan dan kelayakan yang akan mengedepankan profesionalisme dan humanisme dalam kerja-kerja Polri.

Oleh karena itu, dia meminta Polri melalui Propam untuk mengusut secara transparan peristiwa tersebut agar tidak terjadi kecurigaan terhadap pihak keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Sahroni ingatkan Polri tidak boleh menyalahgunakan kewenangannya

"Jangan sampai peristiwa ini hanya berhenti di sidang etik tubuh Polri tanpa memberikan sanksi tegas terhadap para pelakunya," ujarnya.

Dia mengatakan, jika ada anggota Polri yang terbukti melakukan kekerasan dan menyebabkan kematian, institusi tersebut harus memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya dan dibawa ke ranah pidana.

Baca juga: Ketua DPR: Polri ke depan harus tingkatkan profesionalitas personel

Selain itu, Andi Rio berharap agar pihak keluarga dapat melaporkan peristiwa tersebut ke Propam Mabes Polri dan Komnas HAM agar kejadian itu tidak terulang kembali di kemudian hari terhadap para tahanan lainnya.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar