Banjir di Kelurahan Pengadegan mulai surut

id Banjir jakarta 2021, banjir kelurahan pengadegan surut, luapan sungai ciliwung

Banjir di Kelurahan Pengadegan mulai surut

Sejumlah warga menonton luapan Sungai Ciliwung yang menggenangi pemukiman di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2021). ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

Jakarta (ANTARA) - Banjir di wilayah Kelurahan Pengadegan, Kota Jakarta Selatan telah berangsur surut hingga Selasa siang, sejumlah warga yang mengungsi mulai membenahi rumahnya usai terendam dari Sungai Ciliwung yang meluap.

"Air perlahan surut pukul 08.00 WIB, perlahan dan pasti ketinggian di bantaran 5 sampai 30 sentimeter surutnya," kata Lurah Pengadegan, Azhari.

Meski demikian, beberapa rumah warga masih ada yang terendam air dengan ketinggian 5 sentimeter di wilayah RT 08/RW 01. Rumah tersebut berada tepat di bantaran atau di pinggir Sungai Ciliwung.

Baca juga: Tinggi banjir di Cililitan sentuh atap rumah sebagian warga

Tercatat sekitar lima keluarga atau 10 jiwa masih bertahan di pengungsian yang disediakan pihak kelurahan di Rusunawa Pengadegan.

Kampung Lubang aman
Banjir di Kelurahan Pengadegan sejak Minggu (7/2) malam  menggenangi belasan rumah warga yang berada di bantaran sungai tepatnya RT 08 dan RT 011 yang ada di RW 01.

RW 01 Kelurahan Pengadegan merupakan wilayah rawan banjir, karena berada di pinggir Sungai Ciliwung. Termasuk Kampung Lubang yang berada di wilayah dataran rendah dengan posisi lebih rendah dari  sungai.

Namun malam itu luapan Sungai Ciliwung tidak sampai menyeberang ke Jalan Pengadegan yang merupakan batas aman bagi Kampung Lubang agar terhindar dari banjir.

Baca juga: Kolam Olakan Kelapa Gading ditargetkan rampung Maret 2021

Apabila air sudah melintasi jalan tersebut, otomatis akan menggenangi pemukiman warga di Kampung Lubang.

"Untungnya air tidak meluap sampai ke seberang jalan, jadi Kampung Lubang masih aman," kata Azhari.

Memasuki Senin (8/2), sekitar pukul 01.00 WIB aliran Sungai Ciliwung terus meluap, area yang terendam banjir juga ikut meluas, tercatat ada tiga lokasi terdampak, yakni RT 08 dan RT 011 di RW 01 serta sebagian di RT 08/RW 02.

Berdasarkan catatan Kelurahan Pengadegan, ada delapan rumah dihuni 32 jiwa yang terdampak. Sebanyak tujuh keluarga atau sekitar 23 jiwa mengungsi sementara di Rusunawa Pengadegan.

Area terdampak berikutnya cukup banyak di RT 011/RW 01, air meluap setinggi 80 cm menggenangi 103 rumah warga yang dihuni sekitar 300 jiwa.

"Di RT 11/RW 01 tidak ada yang mengungsi di posko pengungsian. Mereka mengungsi di tempat yang lebih tinggi di rumah tetangga dan saudaranya," kata Azhari.

Baca juga: Korban banjir di Jakarta Timur berharap Ciliwung segera dinormalisasi

Selanjutnya, banjir merendam sebagian wilayah RT 08/RW 02 dengan ketinggian 20-30 cm, sebanyak 18 rumah dengan 18 keluarga atau 36 jiwa terdampak.

Warga di RT 08/RW 02 memilih mengungsi di Sekretariat RW 01 dan rumah warga milik Haji Yuda.

Banjir luapan Ciliwung
Hingga Selasa siang ini, lanjut Azhari, sebagian warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, beberapa masih bertahan di posko karena sedang membersihkan rumahnya dari sisa banjir.

Azhari mengatakan penyebab banjir di Kelurahan Pengadegan sebagian besar karena luapan Sungai Ciliwung.

"Hampir 90 persen, banjir di wilayah Pengadegan itu karena banjir kiriman, kalau hujan lebat di Jakarta tidak akan banjir," kata Azhari.

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar