Prof Wayan Adnyana terpilih sebagai Rektor ISI Denpasar 2021-2025

id rektor isi denpasar,isi denpasar,pemilihan rektor isi denpasar

Prof Wayan Adnyana terpilih sebagai Rektor ISI Denpasar 2021-2025

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof Dr Wayan "Kun" Adnyana yang terpilih menjadi Rektor ISI Denpasar periode 2021-2025 ANTARA.

Denpasar (ANTARA) - Prof Dr Wayan "Kun" Adnyana yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali terpilih menjadi Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2021-2025 berdasarkan hasil Rapat Senat Pemilihan Rektor pada Selasa.

"Siapa pun yang terpilih itu merupakan kemenangan bersama. Kita dukung bersama, untuk dapat memajukan ISI Denpasar ke kancah nasional dan internasional," kata Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr Mustangimah usai Rapat Senat Pemilihan Rektor ISI Denpasar di kampus setempat di Denpasar, Selasa.

Dr Mustangimah selaku Kuasa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan didampingi pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Suwitno menyatakan pemilihan Rektor ISI Denpasar, mulai dari penjaringan, penyaringan, rekam jejak, hingga pemilihan telah berjalan dengan baik, dan demokratis.

Baca juga: ISI Denpasar kenang jasa penulis buku "The Island of Bali"

Dalam Rapat Senat yang berlangsung di ruang studio/lab media rekam Kampus ISI Denpasar itu, Prof Kun Adnyana meraih 27 suara, dari total 29 suara Senat dan Menteri Pendidikan Kebudayaan. Sementara calon lain, Prof Nyoman Artayasa dan Dr Ketut Sariada sama-sama meraih 1 suara.

Pemilihan rektor pada kampus seni pelat merah di wilayah Bali dan Nusa Tenggara itu berlangsung lancar dan demokratis, dengan pemberlakuan protokol kesehatan. Setiap anggota Senat menentukan pilihan melalui pencoblosan kertas suara di bilik tertutup.

Prof Kun Adnyana menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Senat ISI Denpasar, juga seluruh sivitas akademika ISI Denpasar yang telah memberi amanah sebagai Rektor ISI Denpasar periode 2021-2025.

Baca juga: ISI Denpasar promosikan objek wisata Desa Pujungan

"Terima kasih atas kepercayaan dan amanah ini. Tiang (saya) berkomitmen lahir dan batin untuk bekerja demi kemajuan kampus seni kebanggaan Bali ini. Bagaimana pun ISI merupakan aset bangsa, untuk menjaga kepribadian dalam kebudayaan," ujar Guru Besar Bidang Sejarah Seni Rupa ISI Denpasar itu.

Dia menambahkan upaya memajukan ISI ke depan, membutuhkan kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak, terutama Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten/Kota se-Bali dan Pusat, juga dunia seni budaya nasional dan internasional.

Rektor ISI Denpasar Prof Dr Gede Arya Sugiartha menyambut baik terpilihnya Prof Kun Adnyana sebagai Rektor ISI Denpasar periode 2021-2025, yang rencananya akan dilantik pada 22 Maret 2021.

"Terpilihnya Kadisbud Bali ini sebagai rektor, membawa energi segar untuk kemajuan ISI Denpasar ke kancah nasional dan internasional. Ia memiliki rekam jejak yang baik, dan juga berpengalaman dalam birokrasi bidang kebudayaan. Termasuk sangat diterima di kalangan dunia seni nasional," ujar Prof Arya.

Baca juga: Empat kandidat Rektor ISI Denpasar paparkan visi misi

Pada penyaringan 2 November 2020, Prof Kun meraih 15 suara, sementara calon Prof Nyoman Artayasa 2 suara, Dr Ketut Sariada 2 suara, dan Dr Wayan Suardana tidak memperoleh suara.

Pada Penyampaian Visi-Misi, Prof Kun mengajukan Visi "ISI Denpasar sebagai Pusat Unggulan Pemajuan Seni Budaya berakar Kearifan Lokal serta Berdaya Saing Global berbasis Kampus Merdeka".

Prof Kun menyampaikan branding ISI Denpasar yakni Global-Bali Arts and Creativity Hub (G-BACH). Harapan ini menyambut Visi Pembangunan Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Bali dengan kebangkitan sebagai Bali Padma Bhuwana, yang berbasis keadiluhungan tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal.

Terkait dengan siapa yang menggantikan posisi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang ditinggalkan, Prof Kun Adnyana mengatakan itu tergantung kebijakan Gubernur Bali.

"Itu jabatan tinggi pratama, apakah ada mutasi atau lelang, itu tergantung kebijakan Pimpinan," ucapnya.

Baca juga: ISI Denpasar diskusikan pengembangan kriya di era pandemi COVID-19

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar