Kunjungi Qatar, KOI terinspirasi dengan Aspire Academy

id Komite Olimpiade Indonesia,KOI,NOC,Qatar,aspire academy

Kunjungi Qatar, KOI terinspirasi dengan Aspire Academy

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (tengah) saat melakukan kunjungan ke akademi olahraga Aspire Academy di Doha, Qatar, Selasa (9/2/2021). ANTARA/HO-KOI.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengaku terinspirasi dengan akademi olahraga bernama Aspire Academy di Qatar yang memiliki fasilitas lengkap, modern, dan salah satu yang terbaik di dunia.

Dalam kunjungannya ke Aspire Academy di Doha, Qatar, Selasa, Raja Sapta Oktohari mengaku takjub dengan pemerintah Qatar yang telah melakukan investasi di bidang olahraga, salah satunya lewat pembangunan akademi yang sangat mengedepankan sport science.

“Ini bukan hanya fasilitas latihan, tetapi juga laboratorium yang sangat besar untuk sport science. Saya akan kembali ke Indonesia dengan pengalaman ini dan menginspirasi kami untuk membuat inovasi (di bidang olahraga),” kata Raja Sapta dalam sebuah video yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Pemaparan Jakarta untuk tuan rumah Olimpiade 2032 meyakinkan IOC

“Kami sangat berharap bisa memperluas kerja sama dengan NOC Qatar dan mungkin dengan akademi kami di Indonesia,” ujar dia menambahkan.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif KOI Teuku Arlan Perkasa Lukman menambahkan bahwa perhatian pemerintah Qatar yang sangat mengutamakan bidang olahraga juga patut dicontoh. Aspire Academy menjadi salah satu bukti pembinaan atlet sejak dini sangat penting jika ingin melahirkan atlet nasional berprestasi di masa depan.

Dengan perencanaan dan pembinaan yang berkualitas serta didukung oleh fasilitas yang lengkap, Aspire Academy mampu melahirkan atlet berkualitas untuk bergabung dengan tim nasional cabang olahraga.

Baca juga: KOI siap bantu fasilitasi tempat pelatnas Olimpiade

“Filosofi yang ada di Aspire bahwa pembibitan atlet dari umur 12 hingga akhirnya mereka disekolahkan di akademi sampai mereka lulus SMA baru mereka siap menjadi atlet nasional Qatar untuk Olimpiade dan single event lainnya,” tutur Arlan.

“Dan untuk pembinaan juga dilakukan mulai dari mengambil data, sport science dijalankan, hingga recovery... Inilah yang bisa jadi inspirasi buat kita. Kita bisa membangun Olympic center di GBK, tetapi software dan filosofi yang paling penting,” katanya.

Aspire Academy dibangun pada 2004 dan tercatat sukses menjadi penyuplai atlet berkualitas bagi tim nasional Qatar.

Di bidang sepak bola, misalnya, timnas U-19 Qatar yang mayoritas diisi oleh alumni Aspire Academy berhasil meraih gelar juara pada kompetisi AFC 2014. Selain itu, timnas senior Qatar juga menjadi juara Piala Asia AFC pada 2019.

Baca juga: KOI tandaskan Olimpiade Tokyo masih sesuai jadwal
Baca juga: KOI dan Satgas COVID-19 libatkan atlet kampanyekan masker


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar