Penerima vaksin COVID-19 di Kepulauan Seribu tak alami KIPI

id vaksin jakarta

Penerima vaksin COVID-19 di Kepulauan Seribu tak alami KIPI

Sejumlah tenaga kesehatan berusia lanjut menunggu giliran vaksinasi COVID-19 produksi Sinovac saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Rumah Sakit Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Senin (8/2/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Jakarta (ANTARA) - Tenaga kesehatan (nakes) penerima vaksin COVID-19 tahap pertama di Kepulauan Seribu hingga saat ini tidak mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) serius.

"Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kepulauan Seribu berjalan aman dan lancar," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu Meifendi Herwin, di Jakarta, Rabu.

Herwin mengatakan hasil pemantauan vaksinasi, pihaknya tidak mendapatkan laporan nakes yang mengalami KIPI mengkhawatirkan.

Namun, dia mengimbau seluruh nakes maupun pegawai Sudin Kesehatan tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin.

"Penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan pasca pemberian vaksinasi. Tetap pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan," tegasnya.

Baca juga: DKI Jakarta dan Jabar jadi daerah pertama jalankan vaksinasi tahap dua

Herwin menambahkan, dari 480 target penerima vaksinasi COVID-19 tahap pertama, hanya 208 yang menerima vaksin, sedangkan 250 tidak menerima vaksin karena penyintas dan komorbid, sedangkan 12 ditunda, 9 melakukan vaksinasi pribadi dan satu meninggal dunia.

"Vaksinasi COVID-19 tahap kedua rencananya diberikan pekan depan, kami akan lakukan register dan seleksi ulang," ujar Herwin.

Vaksinasi COVID-19 di Jakarta tahap pertama, ditargetkan kepada 131.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan DKI Jakarta.

Setiap penerima, akan diberikan dua dosis vaksin COVID-19 dalam selang waktu 14 hari dan karena itu diperlukan kurang lebih 262.000 vaksin Sinovac untuk penyuntikan tahap pertama bagi mereka.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta baru mendapatkan 120.040 vaksin Sinovac dari pemerintah pusat dan sedang disuntikkan kepada 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh publik.

Baca juga: Wagub DKI cek informasi "selebgram" Helena sekeluarga terima vaksin

Widyastuti mengungkapkan pihaknya masih menunggu tambahan vaksin COVID-19 karena DKI Jakarta masih membutuhkan 142.000 vaksin Sinovac untuk disuntikkan kepada 71.000 tenaga kesehatan pada tahap pertama ini.

Pewarta : Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar