F1 "bekukan" pengembangan mesin mulai 2022, Red Bull diuntungkan

id formula1,formula one

F1 "bekukan" pengembangan mesin mulai 2022, Red Bull diuntungkan

Ilustrasi balapan F1: Para pebalap melakukan pemanasan jelang start Grand Prix 70th Anniversary di Sirkuit Silverstone, Inggris. (9/8/2021) (Reuters/Bryn Lennon/File Photo)

Jakarta (ANTARA) - Tim-tim Formula 1 dan pabrikan pada Kamis telah sepakat untuk mengakhiri pengembangan mesin mereka yang digunakan saat ini setelah musim 2021 rampung sehingga memungkinkan Red Bull meneruskan penggunaan mesin Honda.

Honda memutuskan akan meninggalkan F1 di pengujung musim 2021 dan Red Bull sebelumnya mengatakan bahwa kelanjutan penggunaan mesin pabrikan Jepang itu akan bergantung dengan "pembekuan" mesin karena mereka tidak akan mampu melakukan pengembangan ke depannya.

Mesin-mesin generasi baru F1 akan diperkenalkan pada 2025.

Baca juga: F1 lanjutkan inisiatif #WeRaceAsOne dengan area fokus baru pada 2021

Reuters melansir bahwa FIA telah memuji kebulatan keputusan tersebut dalam pertemuan virtual komisi F1 sebagai "suatu perkembangan signifikan dalam olahraga tersebut" yang mencerminkan "kesatuan dan semangat kerja sama antara FIA, Formula 1 dan para tim."

F1 akan mengenalkan perubahan besar dalam sisi aerodinamika mobil tahun depan sebagai upaya memberi warga baru di olahraga yang telah didominasi oleh Mercedes sejak pemakaian mesin hybrid V6.

Red Bull bisa saja memilih beralih kembali ke mesin Renault namun tampaknya mereka kapok menggunakan power unit pabrikan Prancis tersebut yang dianggap tak tahan banting di musim-musim sebelumnya.

Sedangkan Honda telah menyatakan rencananya untuk tetap mengembangkan mesin mereka, yang telah memenangi tiga Grand Prix dari 17 balapan tahun lalu untuk Red Bull dan AlphaTauri, pada 2021.

Baca juga: Portugal siap isi slot kosong kalender F1 bulan Mei

FIA mengatakan power unit baru yang akan digunakan pada 2025 akan harus kuat, lebih ramah lingkungan, dan lebih murah agar menarik lebih banyak pabrikan ke olahraga itu.

Mesin baru itu juga akan menggunakan bahan bakar yang berkelanjutan.

Di waktu yang sama, FIA juga mengonfirmasi Portugal akan menempati slot kosong pada 2 Mei yang ditinggalkan oleh Vietnam untuk menjadi balapan seri ketiga musim ini.

Namun keputusan final masih tergantung kontrak dengan promotor setempat.

Baca juga: F1 hapus rencana reverse grid, masih pertimbangkan sprint race

Sedangkan belum ada lampu hijau terkait rencana menggelar sprint race pada Sabtu, sebagai ganti babak kualifikasi, di sejumlah Grand Prix kendati para tim menyatakan dukungannya.

FIA menyatakan telah menugasi suatu kelompok kerja untuk mendesain rencana agar membuat akhir pekan balapan lebih menarik sebelum keputusan final diambil jelang start musim 2021.

Sementara itu jumlah ban yang dialokasikan untuk sesi tes dinaikkan dari 25 ke 30 pasang tahun ini atas permintaan Pirelli, sebelum F1 beralih ke ban 18 inci pada 2022.

Baca juga: Musim F1 bisa dimulai dengan dua balapan di Bahrain, kata Domenicali
 

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar