Hasil tes cepat GeNose di Pulogebang seluruhnya negatif COVID-19

id GeNose, Terminal Pulogebang, Jaktim, uji coba, COVID-19

Hasil tes cepat GeNose di Pulogebang seluruhnya negatif COVID-19

Penumpang dan awak bus di Terminal Terpadu Pulogebang memperoleh arahan dari petugas saat menjalani uji coba tes cepat COVID-19 menggunakan alat GeNose di lantai dua Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Minggu (7/2/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Hasil tes cepat menggunakan GeNose terhadap 500 peserta dari kalangan penumpang dan awak bus di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, semua negatif atau tidak ada satupun yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona (COVID-19).

"Semua negatif," kata Kepala Terminal Terpadu Pulogebang, Bernard Pasaribu di Jakarta, Minggu.

Agenda uji coba tersebut digelar oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat bersama jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak Minggu dan berakhir Jumat (12/2).

"Kami memperoleh alokasi 500 kantong napas berikut satu unit alat GeNose, semua sudah digunakan secara gratis," katanya.

Bernard mengatakan kantong napas sebagai media pengecekan COVID-19 dibagikan ke setiap penumpang yang melakukan perjalanan ke luar Jakarta.

Setiap penumpang memperoleh jatah satu kantong di lantai dua terminal untuk ditiup. Selanjutnya kantong napas diserahkan ke petugas untuk dicek menggunakan alat GeNose buatan ahli Universitas Gajah Mada (UGM).

"Baru satu hari saja sudah 250 kantong yang terpakai. Sisanya habis di hari Jumat sesuai jadwal uji coba berakhir. Sampai saat ini belum ada bantuan lagi (alat GeNose)," katanya.

Baca juga: Kemenhub fasilitasi tes GeNose gratis di Terminal Pulogebang
Baca juga: GeNose perkuat sistem deteksi COVID-19 di Terminal Pulogebang
Calon penumpang menunjukkan hasil tes GeNose di Terminal Pulogebang, Jakarta, Minggu (7/2). (HO/Kemenhub)
Humas Terminal Pulogebang, Audhia mengatakan, pihaknya masih menanti kelanjutan pemanfaatan alat tes cepat COVID-19 GeNose di terminal.

"Secara umum kami belum pastikan apakah program GeNose ini akan berkesinambungan atau tidak," katanya.

Namun apabila alat tersebut batal diterapkan di Terminal Pulogebang, kata Audhia, maka mekanisme pengawasan COVID-19 tetap berlaku dengan menggunakan surat keterangan sehat maupun tes cepat antigen atau antibodi.

"Kalau GeNose tidak ada, maka sesuai ketentuan penumpang harus membawa surat keterangan sehat atau hasil tes antigen," katanya.

Salah satu peserta tes cepat GeNose, Yulianto mengatakan GeNose lebih mudah dan cepat untuk digunakan mendeteksi COVID-19.

Selain tanpa biaya alias gratis, kata dia, alat tersebut hanya membutuhkan waktu proses selama tiga menit hingga hasilnya diketahui.

"Hasil tes saya negatif. Cuma tiga menit dari ambil sampel dan dapat hasil. Cepat juga ya. Kalau saya mendukung program ini buat kita tetap aman dan nyaman," kata penumpang tujuan Yogyakarta itu.
Baca juga: Penumpang dan awak bus jajal alat GeNose di Terminal Pulogebang
Baca juga: Jumlah penumpang di Terminal Pulogebang menurun

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar