EU akan luncurkan penelitian varian-varian COVID-19

id Uni Eropa,penelitian ,varian COVID-19

EU akan luncurkan penelitian varian-varian COVID-19

Orang-orang turun dari bus di jalan raya Ealing tempat varian virus corona SARS-CoV-2 baru yang berasal dari Afrika Selatan ditemukan, di London Barat, Inggris (2/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Henry Nicholls/aww.

Paris (ANTARA) - Uni Eropa (EU) pekan ini akan memulai program baru untuk meneliti mutasi pada virus COVID-19, agar dapat mempersiapkan vaksin generasi berikutnya yang mungkin diperlukan, kata presiden Komisi Eropa Ursula von Der Leyen kepada Les Echos.

Program yang disebut "inkubator HERA" itu akan mempertemukan kalangan otoritas kesehatan dan laboratorium serta memiliki pendanaan sendiri, kata von der Leyen dalam wawancara dengan surat kabar keuangan Prancis itu.

Program tersebut akan diluncurkan pada Rabu (17/2).

"Saat ini, dan sejalan dengan upaya yang dilakukan pada vaksin saat ini, kami harus membantu perusahaan industri mengembangkan kapasitas produksi untuk vaksin generasi kedua," kata von der Leyen, seperti dikutip Les Echos.

Von der Leyen pekan lalu mengakui kegagalan EU soal persetujuan dan peluncuran vaksin untuk COVID-19.

Setelah EU dihujani kritik tentang peluncuran vaksin yang lambat, ia mengatakan kelompok negara-negara Eropa tersebut mengambil pelajaran dari proses yang bergulir.
Baca juga: EU teken kontrak untuk beli 300 juta dosis lagi vaksin Pfizer
Baca juga: Riset: Vaksin COVID Pfizer-BioNtech ampuh lawan varian Inggris, Afsel


Sumber: Reuters

Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar