Aplikasi Parler kembali online dan punya bos baru

id parler,parler online,parler blokir,donald trump

Aplikasi Parler kembali online dan punya bos baru

ilustrasi - Situs web Parler terlihat di belakang ponsel. Platform media sosial, Parler, yang populer di kalangan pendukung Trump dan alternatif dari Twitter, berhenti berfungsi setelah kehilangan dukungan dari Amazon, Apple, dan Google. ANTARA/Thiago PrudĂȘncio / SOPA Images / Sipa USA/pri.

Jakarta (ANTARA) - Platform media sosial Parler, yang diblokir setelah kerusuhan di Amerika Serikat pada Januari lalu, kembali mengudara dan memiliki pimpinan baru untuk sementara.

Dikutip dari Reuters, Rabu, platform tersebut diluncurkan kembali menggunakan "teknologi yang berkelanjutan dan independen".

Baca juga: Parler dikabarkan tawarkan konten eksklusif ke Trump Organization

Meski pun sudah diluncurkan kembali, situs Parler masih belum bisa dibuka oleh sejumlah pengguna dan aplikasinya masih belum tersedia di Apple App Store maupun Google Play Store.

Parler tidak bisa diakses tidak lama setelah kerusuhan di Capitol pada 6 Januari lalu. Apple dan Google menarik aplikasi tersebut dari pasar aplikasi mereka, sementara web hosting milik Amazon memblokir situs tersebut karena mempromosikan kekerasan.

Parler melalui keterangan resmi juga mengumumkan sudah menunjuk Mark Meckler sebagai CEO sementara, menggantikan John Matze yang dipecat dewan direksi.

"Parler dijalankan oleh tim berpengalaman dan tetap ada," kata Meckler.

Mark Meckler sebelumnya mendirikan grup Tea Party Patriots pada 2009.

Media sosial Parler banyak digunakan pendukung mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka akan akan membuka akses ke pengguna mereka pada pekan pertama setelah diluncurkan dan membuka registrasi untuk pengguna baru di minggu mendatang.

Parler menyebut mereka menggunakan jasa dari "perusahaan teknologi besar" kali in, diduga CloudRoute LLC.

Baca juga: CEO Parler dipecat

Baca juga: Situs Parler mulai pulih, aplikasi masih diblokir

Baca juga: Parler tuntut Amazon

Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar