Danau Tempe di Sulsel masuk skala prioritas penyelamatan

id danau tempe,sulsel,prioritas,penyelamatan

Danau Tempe di Sulsel masuk skala prioritas penyelamatan

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel/am.

Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani mengatakan bahwa pengelolaan Danau Tempe masuk dalam skala prioritas penyelamatan pada 2021.

"Danau Tempe merupakan salah satu dari 15 danau prioritas di Indonesia untuk program penyelamatan," katanya di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan dalam pengelolaan danau diperlukan perencanaan yang terintegrasi bersama pemangku kepentingan dalam satu kesatuan ekosistem danau secara utuh mulai dari daerah tangkapan air (DTA), sempadan dan badan air danau itu sendiri.

Ia menjelaskan Danau Tempe berdasarkan pembentukannya merupakan danau paparan banjir yang berasal dari depresi lempeng bumi Asia-Australia.

Danau ini terletak di wilayah Sulawesi Selatan antara Sungai Walanae Cenranae pada koordinat 4000’00” – 4015’00” lintang selatan (LS) dan 119052’30” – 120007’30” bujur timur (BT) melintasi tujuh kecamatan yang tersebar pada tiga kabupaten.

Disebutkannya bahwa DTA Danau Tempe meliputi empat Kabupaten yaitu Kabupaten Enrekang, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Soppeng dengan luas total 283.899,84 hektare.

Ia menambahkan, bahwa berdasarkan hal tersebut, maka telah dirumuskan delapan program prioritas dalam rangka penyelamatan Danau Tempe sebagaimana tercantum dalam Rencana Pengelolaan Danau Tempe yang telah disusun bersama pemangku kepentingan dan disahkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada Tahun 2018.

Delapan program prioritas penyelamatan ekosistem Danau Tempe tersebut meliputi Program Penetapan Tata Ruang Kawasan Danau, Program Penyelamatan Ekosistem Danau, Program Penyelamatan Sempadan Danau.

Selanjutnya Program Penyelamatan DAS Bila-Walanae dan DTA Danau Tempe, Program Pemanfaatan Sumberdaya Air Danau, Program Pengembangan Sistem Monitoring, Evaluasi, dan Informasi Ekosistem Danau

Kemudian, Program Pengembangan Kapasitas, Kelembagaan dan Koordinasi dan Program Prioritas Peningkatan Peran dan Partisipasi Masyarakat

“Kami harapkan kedelapan program-program tersebut dapat mengubah kondisi yang ada menjadi lebih baik," katanya.

"Sehingga semua komponen ekosistem danau dapat diselamatkan dan berjalan sesuai fungsinya masing-masing untuk mendukung keberlanjutan Danau Tempe yang yang berdaya guna, lestari dan bersifat alami,” tambahnya.

Untuk itu, diharapkan dalam pelaksanaan program-program yang termuat dalam RP Danau Tempe dibutuhkan kolaborasi antarsektor dari hulu – tengah – hilir yang terdiri atas  unsur masyarakat, dunia usaha dan pemerintah serta komitmen untuk menerapkan penyelenggaraan pengelolaan sumberdaya alam yang adil, efektif, efisien dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, program dan kegiatan penyelamatan danau yang tertuang dalam Rencana Pengelolaan Danau Tempe diinternalisasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi/kabupaten, rencana strategis masing-masing perangkat daerah terkait, dan rencana tata ruang wilayah.

“Untuk itu, kami berharap perlu dijadwalkan dan dialokasikan anggaran dari daerah untuk pemantauan, monitoring dan evaluasi program pada setiap semesternya,” katanya .

Baca juga: KLHK: Danau Rawapening masuk 15 danau prioritas

Baca juga: Ribuan pohon gayam ditanam di Rawa Pening

Baca juga: KLH Tetapkan Sungai dan Danau Prioritas untuk Dipulihkan


Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Penyelamatan Ekosistem Danau tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Abdul Hayat juga menyampaikan, Indonesia memiliki 840 danau dengan ukuran dan jenis yang beragam.

Selain itu ada 500 lebih danau merupakan danau besar yang berukuran lebih dari 10 hektara dengan luas total mencapai sekitar 0,25 persen luas daratan.

Ia menilai, pengelolaan danau secara khusus di Indonesia belum memiliki sejarah yang panjang seperti pengelolaan sungai. Danau masih sering diposisikan sebagai sumber air besar yang tidak ada habisnya.

Konferensi Nasional Danau I telah melahirkan Kesepakatan Bali tahun 2009 tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutan yang ditandatangani oleh 9 (Sembilan) Menteri.

Selanjutnya pada tahun 2011 diluncurkan Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) di Semarang pada saat Konferensi Nasional Danau Indonesia II dan pada tahun 2018 telah tersusun dan telah disahkan Rencana Pengelolaan Danau untuk 15 danau prioritas I.

Dua di antaranya terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Danau Tempe yang terletak di 3 Kabupaten (Wajo, Soppeng, Sidrap) dan Danau Matano yang terletak di Kabupaten Luwu Timur.

Baca juga: LIPI: revitalisasi Danau Tempe harus perhatikan ekosistem

Baca juga: 11 kementerian sepakat penyelamatan danau prioritas nasional

Baca juga: LIPI tawarkan konsep revitalisasi Danau Tempe

Baca juga: Bappenas: danau masuk rancangan teknokratis RPJMN 2020-2024

 

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar