Menhub berharap pemangku kepentingan pelabuhan ikut pulihkan ekonomi

id menhub,patimban,carmelita hartoto,pelabuhan

Menhub berharap pemangku kepentingan pelabuhan ikut pulihkan ekonomi

Dokumentasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi . ANTARA/HO-Kemenhub/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pemangku kepentingan pelabuhan laut ikut berperan aktif bersama pemerintah memulihkan perekonomian nasional, yang saat ini terdampak  akibat pandemi COVID-19.

"Pelabuhan menjadi penggerak perekonomian nasional, karena sebagai titik simpul jaringan transportasi laut dan sebagai pintu gerbang perdagangan. Kami berharap ABUPI membantu pemerintah di sektor maritim dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanannya sehingga tercipta layanan yang berdaya saing tinggi dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian nasional," kata Budi Karya di Jakarta, Sabtu.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan saat membuka rapat kerja nasional (rakernas) dan webinar nasional dengan tema "Peran Pelabuhan Sebagai Katalisator Pemulihan Perekonomian Setelah Pandemi COVID-19" yang juga HUT ke-6 Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI).

Baca juga: Menhub tinjau Pelabuhan Yos Sudarso, cek penerapan protokol kesehatan

Diakuinya, akibat pandemi COVID-19, kinerja pelabuhan terkena dampak yang cukup tajam. Namun demikian, pemerintah terus berupaya memastikan kegiatan pelabuhan tidak terganggu untuk mendukung pergerakan perekonomian dan mengajak semua pihak terkait di sektor maritim tetap optimistis dengan melakukan kolaborasi guna mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

Budi juga mengajak pihak terkait untuk bangkit bersama mengejar mimpi memiliki pelabuhan yang berdaya saing bisa terwujud. "Hal ini mengingatkan 66 persen wilayah RI adalah laut sehingga pelabuhan memegang peran penting untuk menumbuhkan perekonomian nasional," katanya.

Menhub menegaskan semua pihak harus menjamin pelabuhan yang aman dan efisien, namun anggota ABUPI juga diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensinya dalam meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Ketua Umum ABUPI Aulia Febrial Fatwa dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pandemi COVID-19 yang berdampak serius terhadap kinerja pelabuhan di Indonesia. Memasuki masa pemulihan ekonomi pada 2021, sangat tidak mudah dan sangat berat.

"Upaya pemulihan perekonomian akan melalui proses yang panjang dalam pemulihan kehidupan masyarakat, peran pelabuhan menjadi sangat penting dan diperlukan adanya sinergisitas di antara pemangku kepentingan, kepelabuhanan, pelayaran, logistik, dan pemerintah untuk memastikan operasional pelabuhan tidak terganggu, agar alur perdagangan berjalan lancar tetap dapat melayani di masa pandemi COVID-19 mengingat sebagian besar barang diangkut melalui jalur laut," katanya.

Febri mengaskan ABUPI mendukung program pemerintah di sektor maritim untuk memulihkan dan meningkatkan perekonomian nasional. Dirinya berharap program vaksinasi bisa menjangkau seluruh masyarakat, sehingga penyebaran COVID-19 bisa berhenti dan perekonomian nasional dapat bangkit lagi.

Ketua Dewan Pembina ABUPI Carmelita Hartoto menjelaskan Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya memiliki cita-cita besar mengembalikan kejayaan maritim nasional sehingga perhatiannya terhadap sektor maritim dan logistik sangat tinggi.

"Kebijakan Presiden bersama jajarannya terhadap sektor maritim ini sekaligus menunjukkan arah yang positif dalam mengoptimalkan potensi maritim Tanah Air," kata Carmelita.

Carmelita juga menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik keberadaan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, yang baru saja beroperasi dan untuk ini pihaknya menaruh banyak harapan di sana.

"Semoga Patimban bisa dioperasikan dengan cara lebih modern dan efisien dengan produktivitas tinggi, sehingga bisa menjadi barometer bagi pelabuhan lain untuk membangun daya saing," katanya.

Baca juga: Menhub optimistis Patimban mampu kalahkan Shanghai dan Singapura
Baca juga: Menhub peletakan batu pertama pembangunan dua pelabuhan di Bali

Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar