BNSP mendorong LSP kembangkan sumber daya sertifikasi di daerah

id BNSP,daerah pariwisata super prioritas,Danau Toba,Lembaga sertifikasi profesi,LSP,Badan Nasional Sertifikasi Profesi,Miftakul Azis

BNSP mendorong LSP kembangkan sumber daya sertifikasi di daerah

Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Miftakul Azis memberi sambutan dalam kegiatan uji kompetensi/asesmen kompetensi tenaga kerja bidang klining servis di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (6/9/2020). (ANTARA/HO-Dokumentasi BNSP 2020)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mendorong Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) mengembangkan sumber daya sertifikasi di daerah, khususnya tempat uji kompetensi (TUK) dan tenaga asesmen (asesor) kompetensi.

“Ketersediaan tenaga kerja kompeten dan bersertifikat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, BNSP komitmen terus bekerja untuk hal tersebut,” ujar
Wakil Ketua BNSP Miftakul Azis dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangka memperhatikan prioritas nasional, salah satunya adalah pengembangan sektor pariwisata dan daerah destinasi pariwisata superprioritas dalam memasuki tahun pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Azis juga mengapresiasi LSP yang melakukan pengembangan sumber daya sertifikasi di daerah, saat menghadiri pelatihan asesor kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Pariwisata Aestetika dan Spa dan LSP APMINDO, di Hotel Grand Mercure Medan, Sumatera Utara pada Senin.

Kegiatan pelatihan tersebut akan berlangsung dari 22 Februari sampai 26 Februari 2021.

Menurut Azis, langkah LSP tersebut dapat berdampak baik bagi para tenaga kerja untuk mendapatkan pelayanan sertifikasi kompetensi sesuai dengan bidang masing-masing.

“Tentu saya mengapresiasi kepada LSP yang melakukan pengembangan sumberdaya sertifikasi, sehingga diharapkan akses tenaga kerja untuk mendapatkan pelayanan sertifikasi kompetensi semakin mudah dan terjangkau,” kata Azis.

Azis menjelaskan, pelatihan asesor kompetensi di atas dimaksudkan untuk terus melengkapi sumber daya sertifikasi di Sumatera Utara, sekaligus untuk mempercepat sertifikasi kompetensi tenaga kerja pariwisata untuk pengembangan destinasi wisata superprioritas Danau Toba.

Sebelumnya komitmen pemerintah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor pariwisata juga disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam kunjungan ke Medan pada 30 Januari 2021 yang lalu.

Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman kerja sama antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja ( BBPLK) Medan dengan PHRI Sumut, Indonesian Hotel General Manager Association Sumut, Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) serta kesepakatan bersama antara Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan dengan PT Edukasi Kreasi Solusi (Wefix).

"Kerja sama dalam hal pelatihan dan peningkatan kompetensi serta magang dan penempatan kerja bagi calon pekerja, dan pekerja ini merupakan langkah yang sangat baik dan tepat, agar kompetensi yang dimiliki oleh sumber daya manusia di BBPLK Medan itu dapat terserap di pasar kerja, khususnya di bidang pariwisata secara masif,” ujar Menaker saat itu.
Baca juga: Kemendikbud dan BNSP verifikasi 165 skema sertifikasi nasional
Baca juga: BNSP: Sertifikasi kompetensi penting untuk "personal branding" lulusan

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar