Kejati Bali terima pelimpahan tersangka pencabulan berkedok spiritual

id Kejati Bali, kasus pencabulan, berkedok spiritual, Bali,cabul bali

Kejati Bali terima pelimpahan tersangka pencabulan berkedok spiritual

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali, A. Luga Harlianto (tengah) didampingi Kasi Pidum Kejari Denpasar dan Kasi Intel Kejari Denpasar. ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/am.

Denpasar (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menerima pelimpahan berkas perkara kasus pencabulan atas nama tersangka IWM yang juga berprofesi sebagai sulinggih atau orang yang disucikan dalam agama Hindu, dengan berkedok spiritual.
 
"Jaksa yang mengikuti perkembangan penyidikan atas nama tersangka IWM telah menentukan sikap pada hari Senin, 22 Februari 2021 dengan hasil berkas perkara telah memenuhi unsur-unsur pasal yang disangkakan oleh Penyidik Polda Bali," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A Luga Harlianto saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Selasa.
 
Ia mengatakan bahwa Kejati Bali telah menyatakan P-21 berkas perkara penyidikan Polda Bali atas nama tersangka IWM yang disangka melanggar Pasal 289, 290 ayat (1), Pasal 281 KUHP atas dugaan tindak pidana pencabulan.
 
Kasus pencabulan dengan berkedok kegiatan spiritual tersebut terjadi pada 4 Juli 2020 sekitar pukul 01.00 WITA, di Tukad Campuhan Pakerisan, Desa Tampak Siring, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali.
 
Dia menyatakan pula, tersangka selama dalam penyidikan tidak dilakukan penahanan oleh penyidik. Selanjutnya, jaksa akan menentukan sikap apakah akan melakukan penahanan terhadap tersangka dengan mengacu pada Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Masih di penyidik status tersangka dan barang bukti, nanti kalau sudah diserahkan ke jaksa baru ditentukan akan ditahan atau tidak ya. Saat ini informasinya di penyidik tidak ditahan," kata Luga.
 
Tersangka dalam perkara ini mengaku berprofesi sebagai sulinggih (orang yang disucikan) disangka telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban atas nama KYD. Perbuatan cabul itu dilakukan dengan berkedok melakukan ritual berupa pembersihan diri yang dilakukan pada malam hari.
 
Sebelumnya, pada Rabu (10/2) Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro melalui Kasubdit IV PPA Polda Bali AKBP Ni Luh Kompyang Srinadi mengatakan bahwa IWM telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Untuk kasus tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, berkas sudah tahap I ke jaksa penuntut umum," katanya pula.
Baca juga: Sukarelawan asal Jepang divonis 5 tahun penjara kasus pencabulan
Baca juga: Guru JIS Neil Bentlemen serahkan diri di Bali

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar