Puluhan hektare kawasan hutan di Batam terbakar

id kebakaran hutan batam, kebakaran hutan 2021, kebakaran hutan

Puluhan hektare kawasan hutan di Batam terbakar

Kebakaran hutan yang berlokasi di sekitar Bandara Hang Nadim Batam, Senin (22/2).

Batam (ANTARA) - Puluhan hektare lahan dan kawasan hutan tersebar di Kota Batam Kepulauan Riau terbakar sejak awal 2021.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman mengatakan pihaknya mengidentifikasi sedikitnya 10 lokasi kebakaran hutan, termasuk yang berada di Pulau Penyangga.

"Titiknya lebih dari 10. Luasannya, yang di Galang (pulau) saja 10 hektare, tempat yang lain di bawah itu. Di Nongsa sekitar lima hektare," kata Azman di Batam, Rabu.

Beberapa lokasi kebakaran telah berhasil dipadamkan bersama-sama pihaknya, TNI, Pori, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam.

"Kami belum dapat rekap keseluruhan untuk Kota Batam. Tapi yang di bandara, Bukit Daeng sudah terselesaikan," kata dia.
Baca juga: Lima kawasan hutan di Batam terbakar dalam sebulan

Ia menyatakan, penanganan kebakaran berbeda, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Telaga Punggur.

Karena di TPA terdapat tumpukan sampah yang mengandung zat metan, maka pihaknya memadamkan api dengan menimbun tanah menggunakan alat berat, kemudian didukung dengan penyiraman.

Menurut dia, cara itu lebih efektif dibanding hanya menyiram dengan air.

"Kalau pakai air atau hujan deras, seminggu berturut-turut baru padam," kata dia.

Saat ini, kondisi di TPA Telaga Punggur masih berasap, namun sudah tidak ada api lagi.

Sedangkan pemadaman di lokasi lain, seperti di Pulau Galang, dilakukan dengan penyiraman menggunakan air dalam tangki didukung water canon milik Polda Kepri.
Baca juga: Titik api di Kepri nihil usai diguyur hujan

Pihaknya bersama Polda dan pihak terkait lainnya melakukan apel sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan yang masih mungkin terjadi.

Berdasarkan laporan BMKG, kata dia, cuaca di Batam panas, sehingga rentan untuk terjadi kebakaran.

"Untuk itu, kami mengimbau jangan membakar. Apa pun itu, baik sampah rumah tangga dan sebagainya. Jangan buang puntung rokok sembarangan, terutama pengguna kendaraan. Karena sekarang lagi musim panas," kata dia.

Disinggung mengenai alat kerja, ia mengakui ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Saat proses pemadaman kebakaran hutan di Pulau Galang, terdapat tali pompa yang putus, dan saat ini sedang diperbaiki.

Saat ini Pemkot Batam, memiliki tujuh armada pemadam kebakaran, tiga tangki dan empat penyemprot.
Baca juga: Indeks standar pencemar udara Batam naik lagi

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar