RSUD Ulin hadirkan terapi radiasi kanker pertama di Kalsel dan Kalteng

id RSUD Ulin Banjarmasin, PJ Gubernur Kalsel,radiasi kanker, terapi kanker

RSUD Ulin hadirkan terapi radiasi kanker pertama di Kalsel dan Kalteng

PJ Gubernur Kalsel Safrizal ZA saat meresmikan layanan baru terapi kanker di RSUD Ulin Banjarmasin.(Antaranews Kalsel/istimewa)

Banjarmasin (ANTARA) - RSUD Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menambah sarana layanan kesehatan berupa Ruang Onkologi Radiasi atau Radioterapi, yakni terapi radiasi sebagai prosedur medis untuk penyembuhan penyakit kanker.

Ruang Radioterapi ini diresmikan operasionalnya oleh Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA didampingi Dirut RSUD Ulin dr Hj Suciati dan Kadinkes Kalsel HM Muslim, Kamis.

Pj Gubernur mengatakan dengan diresmikannya ruang radioterapi ini, RSUD Ulin dapat meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. "Kita harapkan dengan penambahan ruang radioterapi dapat membantu proses penyembuhan pasien kanker, baik yang berasal dari Kalsel maupun Kalteng," katanya.

Baca juga: Praktisi : Cesium 137 biasa digunakan untuk industri dan terapi kanker

Dengan teknologi baru ini diharapkan pasien kanker tak lagi pergi berobat ke luar daerah. "Tenaga kesehatan juga sudah lengkap dan saya dengar sudah ada 36 pasien kanker yang mendaftarkan diri untuk diterapi radiasi di RS Ulin," kata Safrizal.

Safrizal mengimbau para penderita kanker untuk segera berobat sebelum penyakit itu menyebar ke seluruh tubuh. "Semakin cepat diobati, kemungkinan bisa disembuhkan semakin tinggi, makin awal diketahui stadium kankernya, semakin mudah disembuhkan," kata Safrizal.

Sementara itu Dirut RSUD Ulin Hj Suciati mengatakan pada 2009-2015, RSUD Ulin memiliki terapi radiasi penyakit kanker, namun karena proses pembersihan limbah vakum selama 5 tahun, sehingga pada hari ini RSUD Ulin punya lagi ruang radioterapi bagi penyembuhan kanker.

Alat-alat kesehatan penunjang terapi radiasi berasal dari pihak ketiga dengan nilai investasi sekitar Rp40 miliar.

Sementara terkait posibilitas kesembuhan adalah stadium kanker tingkat 2 ke bawah, yakni sekitar 90 persen. Sementara stadium 2 ke atas kemungkinan sembuh berkisar 30 persen. Pelayanan terapi radiasi juga dapat digunakan oleh peserta BPJS dan asuransi. Jika membayar mandiri biayanya puluhan juta.

"Dengan adanya ruang radioterapi, biaya pengobatan kanker akan lebih murah karena tak perlu lagi ke luar daerah. Selain itu bisa menggunakan kartu BPJS," tuturnya.

Kasi Sarana Penunjang Medik RSUD Ulin Kartika menambahkan ruang radioterapi memiliki tiga alat utama, yaitu alat terapi radiasi sinar X Cobalt 60, CT simulator, ruang planing treatment system.

Untuk tenaga kesehatan yang bertugas adalah 4 profesi dokter spesialis onkologi radiasi, Psikawan medis yang bertugas merencanakan penyinaran, Radiation therapist dan perawat radiasi. "Sebenarnya ruang radioterapi ini sudah dibuka sejak awal Februari 2021, bahkan kita sudah melayani pasien sebanyak 50 orang," katanya.

Menurut dia, tujuan radioterapi adalah untuk membunuh sel-sel kanker, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta mencegah kambuhnya penyakit kanker.

Baca juga: Alat terapi kanker canggih RSCM ada di ruang radioterapi yang terendam

Baca juga: Penderita kanker tidak bisa dikatakan sembuh total menurut dokter

Baca juga: Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim


Ia menambahkan penderita kanker di Kalsel cukup signifikan, yakni 2,4 jiwa per mil.

Iwan Mulya dari PT Besindo selaku pihak ketiga penyedia alat terapi radiasi mengatakan pihaknya tergerak bekerja sama dengan RSUD Ulin karena selama beberapa tahun terakhir tak ada terapi radiasi penyembuhan kanker di Kalsel.

"Jadi selain faktor bisnis, kita juga lihat investasi ini dari segi kemanusiaan dan dalam rangka membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Iwan.
 

Pewarta : Sukarli
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar