Semangat kampung tangguh di Jakarta melawan COVID-19

id Kampung tangguh jaya, covid-19

Semangat kampung tangguh di Jakarta melawan COVID-19

Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri melatih kekompakan relawan pelacak COVID-19 dengan pelatihan baris-berbaris di RW 02 Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (28/2/2021). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

Jakarta (ANTARA) - Puluhan orang berompi biru tua datang beramai-ramai untuk apel Sabtu pagi di lingkungan Kampung Tangguh Jaya RW 02 Kelurahan Joglo, Jakarta Barat. Mereka adalah anggota relawan Satuan Tugas COVID-19 di lingkungan itu.

Para relawan tersebut berkumpul untuk mendapat arahan tugas dari Kapolsek Kembangan, Kompol Khoiri. Adapun arahan tersebut terkait tugas mereka sebagai pendeteksi warga yang terpapar virus itu.

Dalam apel pagi itu, Khoiri membakar semangat pada para relawan, agar mereka semakin handal dan dapat menjalin kebersamaan dilandasi rasa kemanusiaan.

Dengan riang gembira, para relawan mengikuti kegiatan fisik seperti pelatihan baris-berbaris hingga makan bakso bersama. Secuil kegiatan tersebut adalah upaya Khoiri membuat semangat warga Kampung Tangguh Jaya wilayah itu tidak kendor untuk memberantas pandemi.

Baca juga: KTJ RW 02 Benhil ubah status zona COVID-19 dari merah menjadi kuning

Relawan COVID-19 di Kampung Tangguh Jaya RW 02 Joglo tersebut akan membantu penanganan warga yang terjangkit hingga pasien yang pada kategori dalam pengawasan (PDP).

“Kita harus percaya bencana COVID-19 akan mudah diatasi jika ada lebih banyak lagi relawan kemanusiaan yang terlatih dan mau bergerak secara kolaboratif dengan pihak terkait,” kata dia.

Semangat warga di sejumlah Kampung Tangguh Jaya juga menampakkan hasilnya, seperti di RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Kawasan tersebut berhasil mengentaskan diri dari zona merah ke zona hijau.

Kekompakan warga dengan berbagai upaya seperti bertanam secara hidroponik, ternak lele, tumbuhan obat hingga penyemprotan disinfektan kawasan secara berkala.

Pembagian sembako gratis untuk para warga yang terpapar COVID-19 atau terdampak ekonomi juga rutin dilakukan. Sehingga tidak ada warga terdampak berat dari segi kesehatan hingga kesejahteraan.

Baca juga: Forkompimda Jakpus kukuhkan 12 ribu relawan COVID-19 tingkat RT

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan, lebih besar yaitu 80 persen dan 20 persennya pemerintah. Upaya apa saja yang dilakukan RW 02, agar ketahanan pangan berjalan dengan baik,” ujar Camat Kebon Jeruk Saumun.

Kampung Tangguh Jaya merupakan program yang bertujuan dalam penanganan bersama pada warga terpapar virus COVID-19, antara lain melalui penyediaan ruang isolasi mandiri, penyediaan logistik gratis, penjualan sembako murah, serta penyediaan sumber pangan secara mandiri (lele dan sayuran hidroponik) kepada warga terpapar dan terdampak.

Tiap Kampung Tangguh Jaya memiliki peranan untuk melakukan 3 T (tracing, testing, treatment), juga pemantauan perkembangan tiap pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 jika isolasi mandiri.

Apartemen tangguh
Itu hanya sebagian contoh kecil pelaksanaan Kampung Tangguh Jaya di lingkup permukiman warga di Jakarta. Nah, bagaimana jika program semacam itu kemudian diterapkan permukiman tingkat seperti apartemen? Tentu akan berbeda cerita.

Meski Kampung Tangguh Jaya saat ini masih berjalan hanya di lingkup permukiman Rukun Warga, permukiman susun seperti apartemen juga tidak ketinggalan mengikuti anjuran untuk memperketat protokol kesehatan, dengan mengadaptasi program tersebut menjadi Apartemen Tangguh Jaya.

Baca juga: Kampung Tangguh Jaya Jakarta Pusat turunkan COVID-19

Contoh salah satu penerapan Kampung Tangguh Jaya dilakukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. General Manager Kalibata City Ishak Lopung menyebut pihaknya memiliki standar operasional berjalan sangat ketat sesuai arahan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Misalnya, menerapkan sistem touchless di pintu masuk lobby dan lift apartemen, seluruh petugas keamanan karyawan dan housekeeping sudah dilakukan pelatihan mengenai standar operasional baru itu.

Ada pula pembagian kuesioner, pemasangan spanduk, penyediaan hand sanitizer hingga ambulans yang siaga 24 jam.

Pihaknya berkoordinasi dengan Kelurahan Rawajati untuk menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khusus area Kalibata City.

"Hal ini terlihat dengan pembatasan jam operasional kios hanya sampai pukul 19.00 WIB, dan menutup semua fasilitas umum seperti kolam renang, fitness center, sauna dan lainnya," kata Ishak.

Menurut Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Aziz Andriansyah, Apartemen Kalibata City sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Implementasi Apartemen Tangguh Jaya juga berkolaborasi dengan Puskesmas setempat, namun perlu pengawasan lebih lanjut terutama di ranah personal.

 
Petugas dari Kampung Tangguh Jaya RW 002 Benhil menemani warga memetik kangkung dari Kebun Hidroponik KTJ. (ANTARA/HO/Kampung Tangguh Jaya RW 002 Benhil)


Misalnya penghuni agar ditegaskan untuk selalu menjalani protokol kesehatan. Sebab, bisa saja pola penyebaran virus di apartemen terjadi dari luar (imported case), kemudian dibawa ke keluarga (transmisi lokal).

Baca juga: Jakarta Pusat berencana buat Polisi Kampung Tangguh Jaya

Nah, yang membedakan implementasi Apartemen Tangguh Jaya adalah pembentukan pemisahan antara area internal dan eksternal yang terbagi menjadi ring 1, ring 2, dan ring 3.

Ring 1 yakni kamar atau unit setiap penghuni, yang mana merupakan komunitas terkecil yang harus diperhatikan dalam menekan penyebaran virus corona. Lalu, Ring 2 yaitu area tower dan terakhir Ring 3 adalah area Apartemen Kalibata City secara keseluruhan.

Tanggung jawab penerapan protokol kesehatan juga dibedakan. Di Ring 3, yang bertanggung jawab penuh adalah pihak manajemen dalam menentukan kebijakan dan standar operasional terkait protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

Kemudian di Ring 2 adalah kolaborasi antara manajemen yang membentuk sistem bersama masing-masing penghuni untuk menumbuhkan kesadaran terkait protokol kesehatan. Terakhir, Ring 1 merupakan tanggung jawab dan kesadaran setiap penghuni.

Upaya ekstra
Memang tidak semua lingkungan warga di Jakarta dicanangkan untuk Kampung Tangguh Jaya, hanya yang terdampak cukup parah dan mayoritas merupakan lingkungan padat penduduk. Namun seiring peningkatan jumlah kasus warga DKI Jakarta yang terpapar, penerapan program tersebut menjadi meluas dari puluhan kampung menjadi ratusan.

Terlebih saat pemerintah pusat mencanangkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro di level terkecil, yakni RT/RW atau desa dan kelurahan, sehingga perlu upaya ekstra menanggulangi penyebaran penyakit.

Salah satu yang sudah dilakukan oleh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) DKI Jakarta pun meluncurkan program lanjutan “Jakarta Bermasker” pada awal Februari 2020, yang masih terintegrasi dengan Kampung Tangguh Jaya.

Baca juga: KPJ minta Anies optimalkan Kampung Tangguh untuk cegah COVID-19

Ribuan masker gratis dibagikan pada warga di kampung yang menjalankan Program Kampung Tangguh Jaya untuk menekan angka penyebaran virus COVID-19.

Pembagian masker juga meluas ke kawasan publik rawan keramaian seperti pasar tradisional, terminal dan stasiun. Diharapkan bentuk pencegahan tersebut dapat efektif pada warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

Tak cukup dengan kampanye “Jakarta Bermasker,” Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran kemudian menginstruksikan jajarannya untuk memiliki keterampilan yang lain, yakni melakukan penelusuran kasus COVID-19 dan tes usap antigen untuk membantu kinerja Puskesmas.

Kegiatan tersebut mengiringi berjalannya 3 T  di sejumlah Kampung Tangguh Jaya yang didirikan untuk menekan angka penyebaran virus tingkat RW.

Pihaknya menyediakan tes usap antigen untuk mendeteksi indikasi paparan virus corona pada warga bergejala maupun kontak erat.

Setelah dilakukan penelusuran oleh anggota Bhabinkamtibmas, warga diduga terpapar akan dibawa ke kantor Polsek untuk usap antigen. Tes usap antigen disediakan pada Senin dan Kamis mulai pukul 09.00-12.00 WIB. Masing-masing Polsek dibekali 100 paket tes usap per minggunya.

Yang terbaru, Polres Metro Jakarta Pusat berencana membentuk Polisi Kampung Tangguh Jaya untuk memantau pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah hukumnya.

Nantinya Polisi Kampung Tangguh Jaya melibatkan masyarakat setempat sebagai relawan. Konsep Polisi Kampung Tangguh Jaya itu mengambil contoh seperti pecalang di Bali, petugas keamanan adat yang bertugas di kampung-kampung untuk mengawasi aktivitas masyarakat.

Tekan angka kasus
Upaya-upaya yang dilakukan melalui program Kampung Tangguh Jaya itu menunjukkan hasilnya. Laporan terkini mulai awal tahun 2021, program tersebut telah efektif menekan kasus positif di tiga wilayah Jakarta Timur.

Penurunan kasus yang paling menonjol terjadi di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS) Kecamatan Cipayung dari semula 188 kasus, hingga 13 Januari 2021 berhasil ditekan hingga nol kasus.

Sementara itu, proyek Kampung Tangguh Jaya di Jakarta Barat di tujuh wilayah yang awalnya masuk zona merah, telah dipastikan nol kasus COVID-19.
 
(ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)


Kemudian pelaksanaan di Jakarta Pusat menunjukkan efektifitas lebih dari 70-80 persen pada awal Februari 2021. Misalnya, di kawasan Sawah Besar yang dulunya kasus aktif ada 43 kasus, hingga kini tersisa dua kasus COVID-19.

Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa hingga kini kasus penyebaran COVID-19 di Jakarta masih terus meningkat, apalagi Ibu Kota pernah menjadi jawara pencetak rekor angka, mencapai lebih dari 3.000 kasus positif per satu hari.

Kesuksesan Kampung Tangguh Jaya barangkali hanya sebagian kecil penyumbang penurunan kasus warga terjangkit. Namun alangkah baiknya jika seluruh lapisan masyarakat baik di kawasan zona merah atau yang lainnya, memiliki empati dan kepedulian besar dalam berkolaborasi mengadaptasi sistem penanggulangan pandemi ini di lingkungan terdekatnya.

.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar