Tagana Banyumas ajak masyarakat lestarikan tanaman mangrove

id tagana banyumas, penanaman mangrove

Tagana Banyumas ajak masyarakat lestarikan tanaman mangrove

Salah seorang anggota Tagana Kabupaten Banyumas saat menanam bibit mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ijo, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas. ANTARA/HO-Tagana Banyumas.

Purwokerto (ANTARA) - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk menanam dan melestarikan tanaman mangrove (bakau) khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai Ijo dan Sungai Gatel.

"Oleh karena itu, kami dalam rangka memperingati HUT Ke-17 Tagana Tingkat Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan penanaman mangrove di DAS Ijo dan Sungai Gatel, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh," kata Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas Ady Candra di Purwokerto, Banyumas, Senin.

Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakan pada hari Sabtu dan Ahad (27-28/2) tersebut melibatkan unsur Tagana Banyumas, Pemerintah Kecamatan Sumpiuh, Koramil Sumpiuh, Polsek Sumpiuh, Pramuka Peduli, Pemuda Pancasila Kecamatan Sumpiuh, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal Sumpiuh, dan Perangkat Desa Nusadadi.

Ia mengatakan penanaman mangrove tersebut merupakan penanaman tahap pertama dan telah ditanam sebanyak 2.000 bibit mangrove.

Baca juga: Mangrove, kelapa dan migrasi burung

Baca juga: BRGM butuh dana awal Rp18,4 triliun untuk rehabilitasi mangrove kritis


"Bibit pohon mangrove yang ditanam berasal dari Kementerian Sosial RI. Penanaman mangrove ini untuk mewujudkan green belt atau Kawasan Sabuk Hijau Tanaman Mangrove di sepanjang bantaran DAS Ijo dari muara di Pantai Logending naik ke hulu berjarak lebih kurang 7 kilometer," katanya.

Ia mengatakan jumlah bibit tanaman mangrove yang akan ditanam sebanyak 80.000 bibit yang dibagi untuk tiga wilayah kabupaten, yaitu 20.000 batang di Kabupaten Banyumas, 20.000 batang di Kabupaten Cilacap, dan 40.000 batang di Kabupaten Kebumen.

Menurut dia, pembagian tersebut dilakukan mengingat DAS Ijo berada di wilayah teritorial ketiga kabupaten itu.

"Penanaman mangrove ini merupakan salah satu upaya mitigasi bencana ancaman megatrust gempa bumi di selatan Jawa yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Gempa bumi tersebut, bisa berpotensi menimbulkan tsunami di pesisir selatan Jawa," katanya.

Lebih lanjut, Ady Candra mengatakan secara keseluruhan ada sekitar 400.000 bibit mangrove yang ditanam secara serentak di Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten, sampai tanggal 24 Maret 2021 sebagai peringatan Hari Ulang Tahun Ke-17 Tagana Tahun 2021 dengan tema "Sinergi Bersama Multi Pihak Sukseskan Tagana Menjaga Alam".

Oleh karena daerah penanaman mangrove di Banyumas sangat terbatas, kata dia, maka 18.000 bibit yang belum tertanam akan ditanam di Kabupaten Kebumen atau Kabupaten Cilacap

"Kami akan secara bertahap mengirimkan personel Tagana dan sukarelawan lainnya yang siap bergabung secara rotasi personelnya sampai bulan Maret 2021," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga memberikan tata cara melepas bibit dari tempatnya, menanam dengan ajir (alat penegak tanaman, red.), serta cara mengikat bibit dengan ajir dan jarak tanam bibit menyesuaikan dengan kontur tempat penanaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial (PJRS) Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Banyumas Budi Suharyanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut.

"Semoga kegiatan penanaman mangrove itu bermanfaat bagi masyarakat sekitar," katanya.*

Baca juga: Rehabilitasi hutan mangrove di Sumsel butuh peran swasta

Baca juga: BRGM sebut enam strategi percepatan rehabilitasi mangrove

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar